Menurut penjelasan sejarah, agama terbagi menjadi dua
bagian. Pertama adalah Agama Samawy yakni agama murni yang diturunkan dari
langit berdasarkan wahyu yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sampaikan kepada Rasul
dimuka bumi. Sedangkan yang kedua adalah Agama Ardhi adalah agama yang
berkembang berdasarkan pemahaman budaya, daerah dan pemikiran seseorang yang
kemudian tersebar secara global. Agama samawy yakni Yahudi, Nasrani dan Islam,
sedangkan Agama Arhdi adalah Hindu, Budha dan lainnya.
Sebagai umat Islam kita perlu membahas perihal ini. Agama
merupakan hal yang sangat penting mengingat agama adalah bukan sekedar
aksesoris pada manusia tapi juga sebuah pegangan hidup. Jika kita diberi
pertanyaan tentang agama. Kita hanya perlu menyampaikan penjelasan singkat
seperti pada paragraph pertama pembahasan ini. Tapi jika kita menemui sebuah
bantahan dari kalangan liberal, kafir atau setan yang membisikan keraguan
kepada diri kita sendiri. Seperti misalnya,
“Islam itu agama baru sebab islam datang di akhir masa kenabian. Mengapa
kalian mengimaninya?”
Pertanyaan inillah yang menjadi highlight catatan kita pada kali ini.
Pertama-tama sebagai umat muslim, kita wajib mengimani bahwa
Islam adalah agama yang hak di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Penyebutan kata
islam itu sendiri ada pada Al-Quran, hal inilah yang menjadi bantahan oleh
mereka. Bahkan sebagian orang berani mengatakan bahwa, “Karena islam adalah
agama baru jadi sah-sah saja bagi agama yahudi dan nasrani untuk menjalankan
kepercayaannya. Sebab mereka pun agama yang turun dari Allah. Tanpa merubah setatus
mereka menjadi islam pun mereka berada di jalan yang benar.” Perkataan seperti
ini sering kita dengar keluar dari mulut-mulut kaum liberal. Maka tidak aneh
jika mereka tersesat dan bahkan menganggap bahwa semua agama benar.
Kesalah fahaman seperti inilah yang coba kita hadapi. Allah
dengan tegas menyebutkan bahwa Islam adalah agama satu-satunya yang Allah
anggap sah di hadapan-Nya. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an
surat Ali’Imran : 19.
Lalu mengapa Agama Samawy lainnya tertolak, padahal
sebelumnya Allah juga lah yang menurunkan agama tersebut?
Adapun jawaban dari pertanyaan itu adalah bahwa Para Rosul
Allah utus untuk menyampaikan wahyu. Agama tersebut turun pada waktu yang
berbeda sebagaimana yang kita tahu bahwa Yahudi adalah kepercayaan yang ada pada
zaman Nabi Musa Alaihissalam dan kemudian Nasrani adalah kepercayaan yang ada
pada zaman Nabi Isa Alaihissalam. Kedua agama itu tidak bisa semata-mata sah
disisi Allah, sebab wafatnya Rasul dan datangnya Rasul lain adalah sebagai
penghapus ajaran yang sebelumnya. Hal yang terjadi pada masa Nabi Isa adalah
seharusnya kaum Yahudi mengikuti Nabi Isa dan menjadi kaum nasrani. Sehingga ajaran
Yahudi sudah tidak berlaku lagi. Disanalah terjadi gejolak pertentangan oleh
karena itu kaum Yahudi di sebut sebagai kafir oleh kaum Nasrani. Sebab mereka
mendustakan wahyu yang dirisalahkan oleh Nabi Isa Alaihissalam. Pun begitu
seterusnya, ketika Rasulullah Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam datang
dengan kitab Al-Qur’an maka seharusnya Yahudi dan Nasrani terhapuskan
kebijakannya dan menjadi muslim.
Dari penjelasan tersebut, singkatnya kita menganggap benar
bahwa Islam adalah ajaran baru agama baru setelah semua agama samawi datang
islam lah yang paling terakhir datang.
Jawabannya tentu, “Tidak!”
Sejak Nabi Adam Alahisslam di ciptakan. Allah telah
menentukan bahwa Islam adalah agama satu-satunya yang Allah Ridhoi. Adapun
ajaran Yahudi dan Nasrani, sifat agama tersebut adalah agama yang hanya ada
pada kaum bani israil pada zamannya. Cerita ini akan sangat panjang. Singkatnya
kita bisa mempelajari sejarah ke-Nabian dan ke-Rosulan untuk mempertegas hal
ini. Jadi pada saat itu Rosul dan Nabi bisa berada pada zaman yang sama. Hanya
saja Allah mengutus mereka untuk mendakwahi lokasi-lokasi yang berbeda.
Kisah yang sudah banyak kita ketahui adalah kisahnya Nabi
Musa dan Nabi Khidr juga ada kisahnya Nabi Zakariya, Yahya dan Isa. Mereka berada
dizaman yang sama, tapi tak lantas mereka menyebut pengikut mereka sebagai
yahudi dan nasrani, sebab penyebutan itu ada pada kaum bani israil saja.
Dari kisah tersebut kita dapat simpulkan bahwa. Apa-apa yang
mereka ajarkan adalah bukan pada satu Agama Yahudi ataupun Nasrani akan tetapi Tauhid
dan jalan keselamatan yakni makna dari islam itu sendiri. ulasan hadits [1]
Maka dari itu, kita tidak bisa menyebutkan apa agama Nabi
Nuh, Nabi Khidr, apa agama yang dianut oleh Siti Maryam ibunda Nabi Isa dan apa
agama Nabi Ibrahim. Karena jawabannya akan kembali kepada Islam. Pada dasarnya
Islam bermakna ketundukan dan kepatuhan atas apa yang Allah perintahkan. Orang-orang
yang patuh dan tunduk pada peraturan Allah maka mereka dikatakan beragama pada
saat itu. Sebagaimana Nabi Ibrahim katakan dan perkataan ini Allah sebutkan
dalam firmannya di surat Al-Baqarah ayat 131.
Jika pertanyaan itu terjawab sampai sini, kita perlu
mempertegas kembali tentang Islam yang Rasulullah Muhammad Shalallahu’alahi wa
sallam ajarkan. Jika kita hanya perlu mengikuti dan mempercayai Allah. Mengapa
kita perlu beriman dengan Islam yang dibawa oleh Rosulullah?
Nabi Adam terlahir sebagai manusia yang mengenal Allah
penciptanya. Hingga diturunkannya Nabi Adam kedunia, Allah masih memerintahkan
Adam untuk menyebarkan dan memperkenalkan Islam. Lihatlah Al-Quran surat
Al-Baqarah ayat 38. Begitulah tugas para Nabi dan Rosul Alahimusshalatu wassalam
dari awal hingga ahir.
Tapi ada perbedaan tugas sebagaimana yang disebutkan
sebelumnya. Jika Nabi dan Rosul sebelum Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam
diutus, tugas mereka menyampaikan adalah sebagaimana cakupan Kaum dan daerah
yang mereka tempati. Berbeda dengan tugas Rasulullah Muhammad Shalallahu’alaihi
wa sallam, beliau diutus untuk mencakup seluruh kaum dan negri di muka bumi
ini. Maka Islam yang sebelumnya ada pada daerah-daerah tertentu Allah
sempurnakan menjadi Islam yang berlandaskan Al-Qur’an sebagai penyempurna untuk dianut oleh manusia setelahnya.
Kesimpulannya adalah Al-Qur’an surat Ali’Imran : 19 dan Ali ‘Imran: 85

0 komentar:
Posting Komentar