Senin, 20 Januari 2020

Sejarah Agama Pertama


Menurut penjelasan sejarah, agama terbagi menjadi dua bagian. Pertama adalah Agama Samawy yakni agama murni yang diturunkan dari langit berdasarkan wahyu yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sampaikan kepada Rasul dimuka bumi. Sedangkan yang kedua adalah Agama Ardhi adalah agama yang berkembang berdasarkan pemahaman budaya, daerah dan pemikiran seseorang yang kemudian tersebar secara global. Agama samawy yakni Yahudi, Nasrani dan Islam, sedangkan Agama Arhdi adalah Hindu, Budha dan lainnya.

Sebagai umat Islam kita perlu membahas perihal ini. Agama merupakan hal yang sangat penting mengingat agama adalah bukan sekedar aksesoris pada manusia tapi juga sebuah pegangan hidup. Jika kita diberi pertanyaan tentang agama. Kita hanya perlu menyampaikan penjelasan singkat seperti pada paragraph pertama pembahasan ini. Tapi jika kita menemui sebuah bantahan dari kalangan liberal, kafir atau setan yang membisikan keraguan kepada diri kita sendiri. Seperti misalnya,  “Islam itu agama baru sebab islam datang di akhir masa kenabian. Mengapa kalian mengimaninya?”

Pertanyaan inillah yang menjadi highlight catatan kita pada kali ini.

Pertama-tama sebagai umat muslim, kita wajib mengimani bahwa Islam adalah agama yang hak di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Penyebutan kata islam itu sendiri ada pada Al-Quran, hal inilah yang menjadi bantahan oleh mereka. Bahkan sebagian orang berani mengatakan bahwa, “Karena islam adalah agama baru jadi sah-sah saja bagi agama yahudi dan nasrani untuk menjalankan kepercayaannya. Sebab mereka pun agama yang turun dari Allah. Tanpa merubah setatus mereka menjadi islam pun mereka berada di jalan yang benar.” Perkataan seperti ini sering kita dengar keluar dari mulut-mulut kaum liberal. Maka tidak aneh jika mereka tersesat dan bahkan menganggap bahwa semua agama benar.

Kesalah fahaman seperti inilah yang coba kita hadapi. Allah dengan tegas menyebutkan bahwa Islam adalah agama satu-satunya yang Allah anggap sah di hadapan-Nya. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an surat Ali’Imran : 19.

Lalu mengapa Agama Samawy lainnya tertolak, padahal sebelumnya Allah juga lah yang menurunkan agama tersebut?

Adapun jawaban dari pertanyaan itu adalah bahwa Para Rosul Allah utus untuk menyampaikan wahyu. Agama tersebut turun pada waktu yang berbeda sebagaimana yang kita tahu bahwa Yahudi adalah kepercayaan yang ada pada zaman Nabi Musa Alaihissalam dan kemudian Nasrani adalah kepercayaan yang ada pada zaman Nabi Isa Alaihissalam. Kedua agama itu tidak bisa semata-mata sah disisi Allah, sebab wafatnya Rasul dan datangnya Rasul lain adalah sebagai penghapus ajaran yang sebelumnya. Hal yang terjadi pada masa Nabi Isa adalah seharusnya kaum Yahudi mengikuti Nabi Isa dan menjadi kaum nasrani. Sehingga ajaran Yahudi sudah tidak berlaku lagi. Disanalah terjadi gejolak pertentangan oleh karena itu kaum Yahudi di sebut sebagai kafir oleh kaum Nasrani. Sebab mereka mendustakan wahyu yang dirisalahkan oleh Nabi Isa Alaihissalam. Pun begitu seterusnya, ketika Rasulullah Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam datang dengan kitab Al-Qur’an maka seharusnya Yahudi dan Nasrani terhapuskan kebijakannya dan menjadi muslim.

Dari penjelasan tersebut, singkatnya kita menganggap benar bahwa Islam adalah ajaran baru agama baru setelah semua agama samawi datang islam lah yang paling terakhir datang.

Jawabannya tentu, “Tidak!”

Sejak Nabi Adam Alahisslam di ciptakan. Allah telah menentukan bahwa Islam adalah agama satu-satunya yang Allah Ridhoi. Adapun ajaran Yahudi dan Nasrani, sifat agama tersebut adalah agama yang hanya ada pada kaum bani israil pada zamannya. Cerita ini akan sangat panjang. Singkatnya kita bisa mempelajari sejarah ke-Nabian dan ke-Rosulan untuk mempertegas hal ini. Jadi pada saat itu Rosul dan Nabi bisa berada pada zaman yang sama. Hanya saja Allah mengutus mereka untuk mendakwahi lokasi-lokasi yang berbeda.

Kisah yang sudah banyak kita ketahui adalah kisahnya Nabi Musa dan Nabi Khidr juga ada kisahnya Nabi Zakariya, Yahya dan Isa. Mereka berada dizaman yang sama, tapi tak lantas mereka menyebut pengikut mereka sebagai yahudi dan nasrani, sebab penyebutan itu ada pada kaum bani israil saja.
Dari kisah tersebut kita dapat simpulkan bahwa. Apa-apa yang mereka ajarkan adalah bukan pada satu Agama Yahudi ataupun Nasrani akan tetapi Tauhid dan jalan keselamatan yakni makna dari islam itu sendiri. ulasan hadits [1]

Maka dari itu, kita tidak bisa menyebutkan apa agama Nabi Nuh, Nabi Khidr, apa agama yang dianut oleh Siti Maryam ibunda Nabi Isa dan apa agama Nabi Ibrahim. Karena jawabannya akan kembali kepada Islam. Pada dasarnya Islam bermakna ketundukan dan kepatuhan atas apa yang Allah perintahkan. Orang-orang yang patuh dan tunduk pada peraturan Allah maka mereka dikatakan beragama pada saat itu. Sebagaimana Nabi Ibrahim katakan dan perkataan ini Allah sebutkan dalam firmannya di surat Al-Baqarah ayat 131.

Jika pertanyaan itu terjawab sampai sini, kita perlu mempertegas kembali tentang Islam yang Rasulullah Muhammad Shalallahu’alahi wa sallam ajarkan. Jika kita hanya perlu mengikuti dan mempercayai Allah. Mengapa kita perlu beriman dengan Islam yang dibawa oleh Rosulullah?

Nabi Adam terlahir sebagai manusia yang mengenal Allah penciptanya. Hingga diturunkannya Nabi Adam kedunia, Allah masih memerintahkan Adam untuk menyebarkan dan memperkenalkan Islam. Lihatlah Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 38. Begitulah tugas para Nabi dan Rosul Alahimusshalatu wassalam dari awal hingga ahir.

Tapi ada perbedaan tugas sebagaimana yang disebutkan sebelumnya. Jika Nabi dan Rosul sebelum Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam diutus, tugas mereka menyampaikan adalah sebagaimana cakupan Kaum dan daerah yang mereka tempati. Berbeda dengan tugas Rasulullah Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam, beliau diutus untuk mencakup seluruh kaum dan negri di muka bumi ini. Maka Islam yang sebelumnya ada pada daerah-daerah tertentu Allah sempurnakan menjadi Islam yang berlandaskan Al-Qur’an sebagai penyempurna untuk dianut oleh manusia setelahnya.

Kesimpulannya adalah Al-Qur’an surat Ali’Imran : 19 dan Ali ‘Imran: 85


0 komentar:

Posting Komentar