Kamis, 15 Juli 2021

Tips Menulis Kajian

Ini adalah tips menulis kajian - dari kajian live Intagram membahas Tafsir surah Al-falaq rangkuman kajian Ustadz Abduh Tuasikal hafizohullah

Silahkan membaca dan difahami point-pontnya. Di akhir pembahasan saya memberikan notes khusus. Semoga bermanfaat.

***

Hasad 
/Menginginkan hilangnya nikmat dari saudara kita

Cara menghilangkan hasad dari diri sendiri:

1. Ilmu dan Iman, mengetahui bahwa hasad dapat berdampak jelek pada diri kita.

·         Orang yang hasad berarti menentang takdir Allah. Tidak setuju dengan pembagian Rizki dari Allah, hasad atas pencapaian tetangga kita, teman kita atau siapun itu.

·         Orang yang hasad itu mirip dengan orang musryik. Ini dilihat dari sisi sifat, jika temannya mendapat kesenangan mereka sedih sedangkan bila temannya mendapat kesulitan mereka berbahagia. Berbeda dengan kaum muslimin, apabila saudara sakit maka yang lain merasakan.

·         Orang yang hasad menjadi bala tentara setan

·         Orang yang hasad itu memecah belah kaum muslimin

·         Kebaikan orang hasad akan hilang. Kebaikannya sendiri akan tidak terasa

·         Orang yang hasad selalu sedih melihat kesenangan orang lain

·         Orang yang hasad sebenarnya menginginkan bencana pada dirinya sendiri

·         Orang yang hasad akan mendapat musibah.

·         Orang yang hasad tidak disukai manusia.

2. Ketahuilah orang-orang yang dihasadi akan mendapatkan kebaikan dari dia yang hasad kepada dirinya.

Rosulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang berbuat dzolim terhadap saudaranya, maka dia harus meminta kehalalan kepada saudaranya sebab di akhirat dinar dan dirham sudah tidak berlakulagi dan dia harus membayar dari pahala kebaikannya dan jika kebakannya habis maka keburukan dosa seorang yang ia dzolimi akan berpidah kepada dirinya” –Alhadits

3. Bersyukur dengan yang sedikit (Qonaah)

“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit maka dia tidak akan mampu menyukuri yang banyak” HR. Ahmad, hasan

4. Jangan selalu memandang yang di atas kita. Kita harus melihat orang yang berada dibawah kita dalam urusan dunia.

“Pandanglah orang yang berada dibawahmu dalam urusan dunia dan jangan memandang orang yang berada di atasmu yang demikian itu agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah” –Alhadits

5. Doakan saudaramu ketika melihat mereka mendapatkan nikmat. Bahkan dalam keadaan mereka tidak mengetahui.

“Doa seorang muslim kepada saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya adalah mustajabah,...” –Alhadits

6. Kita menghilangkan hasad *menurut syaikh mustofa al adawi* melawan sifat hasad dengan sebaliknya.

Misal : Berilah hadiah kepada orang yang lain yang mendapat nikmat atau minimal mendoakannya agar hasad itu pelan-pelan akan menghilang dari diri kita.

 

Cara menghilangkan hasad dari orang lain :

1. Bertawakal kepada Allah (Aliimaran : 120)

2. Meminta perlindungan dari Allah

3. Berdzikir pagi dan petang

Benteng yang paling kuat dari orang yang hasad adalah dari Alquran dan ajaran nabi Muhammad shalallahu’alaihi wa sallam. Kemudian meminta perlindungan dari Allah Shubhanahu wa ta’ala.

4. Jangan beritahu atau tampakan semua nikmatmu

Ingat kisah nabi Yusuf tatkala ayahnya Ya’qub memerintahkan Yusuf agar tidak menceritakan mimpinya kepada para saudaranya sebab mereka hasad kepada Yusuf.

“Mimpi baik itu dari Allah maka janganlah menceritakannya selain kepada yang orang yang kamu sukai. Dan mimpi butuk itu dari syaitan maka mintalah perlindungan dari Allah, meludahlah sebanyak tiga kali dan jangan menceritakan mimpi itu kepada orang lain.” –Alhadits

5. Ibnul Qoyyim : “Jika ada yang hasad pada kita maka tidak usah dipedulikan, tidak perlu takut dan hati kita tidak perlu memikirkan dia.”

6. Menghadap dan iklash kepada Allah dan menundukan hati isklas dan ridho. (Annahl : ....)

7. Tabah dan selalu sabar menghadapi mereka yang hasad (QS.Al-Hajj : 60)

8. Berbuat baik pada orang yang hasad. (QS.Fusilat : 34-36) (QS. Al-Qosas : ...)

Sebagaimana yang Rosulullah contohkan pada saat keburukan kaum kafir kuraisy dan malah mendoakan mereka, siapa tahu keturunannya akan beriman kepada Allah.

-          Dimaafkan

-          Mendoakan

-          Memeberi udzur

-          Para nabi menganggap kaumnya dan memintakan ampun kepada mereka (menyayangi)

9. Segera bertaubat

10. Mandi jika seseorang itu terkena ‘ain dari orang yang hasad kepadanya

“Ain itu benar adanya. Segala sesuatu terjadi karena takdir temasuk air maka jika perlu mandi maka mandilah..” –Alhadits

11.Ruqiyyah

12.???

 

Sebab-sebab hasad :

1.       Permusuhan dan kebencian

2.       Cinta dunia terurama kekuasaan dan kepemimpinan

3.       Pelit gak mau berbagi kebaikan kepada orang lain

4.       Lemahnya iman

5.       Kesombongan

6.       Tidak ingin dikalahkan oleh orang lain

7.       Takut disaingi dalam harta kedudukan dan lain-lain

8.       Takut diejek orang lain

 

Berikut hal-hal yang Syaikh paparkan dalam menafsirkan surah Al-falaq dalam mengatasi Hasad.

***

Berikut ini adalah rangkuman kajian real yang saya tulis dan belum sama sekali direvisi yang barang kali bisa dijadikan acuan bagaimana cara menulis kajian secara tersetruktur yang insya Allah tidak akan terlewat baik itu hadits dan ayat yang Ustadznya sebutkan. 

Perlu kita ketahui bahwa tidak semua harus ditulis. Tulislah apa saja yang sudah kita fahami pada saat Ustadznya berbicara, resapi dulu baru tulis kemudian sebab otak kita tidak bisa bekerja multitasking. Kita akan terbagi antara menulis dan mendengarkan. Maka beri jeda dan pintar-pintarlah mengambil inti dari perkataan Ustadz yang berbicara tersebut.

Setelah catatan terkumpul maka tugas selanjutnya adalah merevisi tulisan kita. Langsung jangan pake ditunda-tunda. Di rumah pastinya kalau kajian online ya berarti selesai kajian langsung buka google atau kitab tafsir atau kitab yang kita punya.

Tujuannya adalah membenarkan tulisan kita dan menambahkan lafadz bahasa arab pada setiap hadits yang kita tulis -karena sebelumnya kita tuliskan cuma bahasa Indonesianya saja. Menuliskan ulang dalil alqur'an dengan tulisan Al-qurannya tersebut -karena sebelumnya kita hanya mengutip nama surat dan ayatnya saja. Syukur-syukur kita bisa menghafal langsung.

Cukup mudahkan?

Wallahu'alam

0 komentar:

Posting Komentar