Yahudi adalah salah satu kaum yang berperan sangat signifikan dalam momen-momen politik mendahului munculnya islam dan terjadi pada mermulaannya (Tegaknya kembali dakwah di tanah Arab). Ketika Islam datang, suku-suku Yahudi yang termasyhur adalah suku Khaibar, an-Nadhir, as-Mushthaliq, Quraizah dan Qainuqa`. Sejarawan, as-Samhudi menyebutkan di dalam bukunya “Wafa`ul wafa` hal.116” bahwa suku-suku Yahudi yang mampir di Yatsrib dan datang ke sana dari waktu ke waktu berjumlah lebih dari duapuluhan suku.
Yahudi dari dahulu hingga saat ini adalah bangsa yang sama. Kita bisa saksikan perilaku mereka di Palestina saat ini. Dalam catatan ini kita akan mengetahui tentang sedikit sejarah bagaimana kaum ini sampai di tanah Arab hingga agama mereka menyebar di sana. Bangsa Arab umumnya menganut kepercayaan apa yang di dakwahkan oleh Ibrahim Alaihissalam. Lantas sebelum kedatangan Rosulullah Muhammad Shalallahu’alaihi wa salam mengapa terjadi banyak penyimpangan? Diantaranya adalah kehadirannya kaum Yahudi dan Nasrani di tengah masyarakat. Hal ini mengakibatkan terjadinya percampuran kultur kebudayaan bahkan dalah hal keagamaan. Sehingga terjadinya banyak bid’ah serta penyimpangan dalam beragama.
Pada periode awal, Yahudi datang sebagai kaum yang berhijrah ke Negri Arab. Mereka terdesak atas penaklukan Bangsa Babilonia yang dilakukan oleh Nabuchadnezzar pada tahun 587SM di Assyria, Palestina. Hal ini menjadi tekanan bagi orang-orang Yahudi. Luluh lantahnya Negri serta hancurnya rumah-rumah ibadah mereka. Sehingga sebagian dari mereka terpaksa meninggalkan Negri Palestina dan pergi menuju Hijaz.
Kemudia pada periode berikutnya. Terjadi lagi pendudukan Bangsa Roma sekita 70M terhadap Bangsa Palestina, di bawah komando Titus. Hal ini mendorong kembali, bangsa Yahudi untuk berhijrah ke Hijaz dan mereka menetap di Yatsrib (Madinah saat ini). Di sana mereka mendirikan perkampungan, istana dan benteng-benteng. Melalui kaum imigran tersebut maka tersebarlah agama yahudi dikalangan sebagian bangsa Arab.
Sementara itu, Yahudi pun masuk ke Yaman melalui jalur perdagangan. Ketika itu seorang penjual jerami, As’ad bin Abi Karb. Saat itu dia pergi berperang ke Yatsrib kemudia memeluk agama yahudi. Kemudian dia membawa serta bersamanya dua orang pendeta yahudi dari suku Bani Quraizhah ke Yaman. Hingga agama itupun berkembang pesat. Puncaknya, pada saat anaknya yang bernama Yusuf memiliki kekuasaan. Dia melakukan penyerangan terhadap agama lain, Nasrani dan kaum mukmin. Memaksa mereka untuk menganut agama yang mereka bawa. Namun mereka menolak.
Penolakan tersebut membuat dia marah. Dibuatlah sebuah parit yang besar dan dinyalakannya api. Orang-orang yang enggan tadi akhirnya dicampakan kedalam kobaran api tersebut sehingga menyebabkan mereka terbakar secara hidup-hidup. Dalam hal ini, tidak ada pandang bulu. Sesiapa saja baik anak-anak, wanita atau bahkan para lansia semua dihukumi sama. Menurut catatan seharah, kisaran 20.000 hingga 40.000 jiwa yang menjadi korban atas teragedi tersebut yakni pada Oktober, 523 M. (catatan sejarah Al-Yaman Abrat Tarikh Hal. 158-159.)
Allah Tabaraka wa Ta’ala pun mengabarkannya dalam Alquran pada Surah Al-Burj tentang kisah Ashabul Ukhdud.
Yahudi dari dahulu hingga saat ini adalah bangsa yang sama. Kita bisa saksikan perilaku mereka di Palestina saat ini. Dalam catatan ini kita akan mengetahui tentang sedikit sejarah bagaimana kaum ini sampai di tanah Arab hingga agama mereka menyebar di sana. Bangsa Arab umumnya menganut kepercayaan apa yang di dakwahkan oleh Ibrahim Alaihissalam. Lantas sebelum kedatangan Rosulullah Muhammad Shalallahu’alaihi wa salam mengapa terjadi banyak penyimpangan? Diantaranya adalah kehadirannya kaum Yahudi dan Nasrani di tengah masyarakat. Hal ini mengakibatkan terjadinya percampuran kultur kebudayaan bahkan dalah hal keagamaan. Sehingga terjadinya banyak bid’ah serta penyimpangan dalam beragama.
Pada periode awal, Yahudi datang sebagai kaum yang berhijrah ke Negri Arab. Mereka terdesak atas penaklukan Bangsa Babilonia yang dilakukan oleh Nabuchadnezzar pada tahun 587SM di Assyria, Palestina. Hal ini menjadi tekanan bagi orang-orang Yahudi. Luluh lantahnya Negri serta hancurnya rumah-rumah ibadah mereka. Sehingga sebagian dari mereka terpaksa meninggalkan Negri Palestina dan pergi menuju Hijaz.
Kemudia pada periode berikutnya. Terjadi lagi pendudukan Bangsa Roma sekita 70M terhadap Bangsa Palestina, di bawah komando Titus. Hal ini mendorong kembali, bangsa Yahudi untuk berhijrah ke Hijaz dan mereka menetap di Yatsrib (Madinah saat ini). Di sana mereka mendirikan perkampungan, istana dan benteng-benteng. Melalui kaum imigran tersebut maka tersebarlah agama yahudi dikalangan sebagian bangsa Arab.
Sementara itu, Yahudi pun masuk ke Yaman melalui jalur perdagangan. Ketika itu seorang penjual jerami, As’ad bin Abi Karb. Saat itu dia pergi berperang ke Yatsrib kemudia memeluk agama yahudi. Kemudian dia membawa serta bersamanya dua orang pendeta yahudi dari suku Bani Quraizhah ke Yaman. Hingga agama itupun berkembang pesat. Puncaknya, pada saat anaknya yang bernama Yusuf memiliki kekuasaan. Dia melakukan penyerangan terhadap agama lain, Nasrani dan kaum mukmin. Memaksa mereka untuk menganut agama yang mereka bawa. Namun mereka menolak.
Penolakan tersebut membuat dia marah. Dibuatlah sebuah parit yang besar dan dinyalakannya api. Orang-orang yang enggan tadi akhirnya dicampakan kedalam kobaran api tersebut sehingga menyebabkan mereka terbakar secara hidup-hidup. Dalam hal ini, tidak ada pandang bulu. Sesiapa saja baik anak-anak, wanita atau bahkan para lansia semua dihukumi sama. Menurut catatan seharah, kisaran 20.000 hingga 40.000 jiwa yang menjadi korban atas teragedi tersebut yakni pada Oktober, 523 M. (catatan sejarah Al-Yaman Abrat Tarikh Hal. 158-159.)
Allah Tabaraka wa Ta’ala pun mengabarkannya dalam Alquran pada Surah Al-Burj tentang kisah Ashabul Ukhdud.

0 komentar:
Posting Komentar