Senin, 13 Februari 2023

Anak adalah rejeki dan rasa sabar dalam penantian atas kehadirannya

Anak itu rezeki yah, Mungkin ada sebagian orang yang memiliki pemikiran sangat openminded di zaman sekarang dengan ingin menikah tanpa anak. Tapi bagi sebagian orang pernikahan itu akan lengkap dengan hadirnya anak. Dan ini gak bisa di pungkiri.

Anak itu bukan cuma untuk dilahirkan diberi makan dan dia akan pergi begitu saja. Anak itu adalah sebuah resiko besar yang kita ambil saat memutuskan menikah. Dengan hadirnya anak kita memiliki tanggung jawab untuk mendidiknya menjadi seperti apa yang kita inginkan. Sehingga setelah dia dewasa dia mewarisi dan membawa nama kita sebagai salah satu peninggalan terbaik setelah kita tua.

Jika mau berkomentar tentang orang yang memilih tidak memiliki anak. Maka bisa dikatakan segala hal yang dia punya tidak berarti sama sekali. Karena dia tidak meninggalkan jejak apapun, tidak ada bukti konkret tentang keilmuan yang dia punya sebab jika memang ya dia memiliki ilmu dan segudang filosofi kehidupan. Seharusnya dia buktikan dengan memiliki anak agar kita bisa lihat akan jadi seperti apa karyanya itu. Tapi dia lebih memilih tidak karena (ketidak percayaan diri dan segudang alasan. Padahal dia takut saja akan kegagalan dan tidak mau mengambil resiko untuk gagal) bisa dikatakan dia itu adalah losser karena memutuskan menyerah sebelum berjuang, tapi ada saja orang mengikuti pemikiran loser seperti itu. Aneh!

Kembali ke tema, ini untuk mereka yang berusaha dan berharap Allah memberi keturunan, jika kalian memilih untuk tidak maka tulisan ini sia-sia karena bukan kalian target saya.

Baik, 

Ada beberapa kisah luar biasa yang Allah ceritakan terkait anak di dalam al-Qur'an. Penantian Nabi Zakaria juga penciptaan Nabi Isa dalam satu surah yaitu surah Maryam. 

Kita ambil dua kisah luar biasa ini. Allah mengaruniai anak kepada Nabi Zakaria yang kala itu bisa dikatakan usia beliau dan istrinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk memiliki anak bahkan istrinya didiagnosa adalah seorang wanita yang mandul. Makanya beliau itu sangat terkejut loh ketika Allah berfirman kepadanya,

يَـٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَـٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّۭا ٧

Hai Zakariyyā, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yaḥyā, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.

Tapi meski telah diberi kabar gembira, Nabi Zakaria tetap penasaran atas kuasa Allah terhadapnya tersebut. Sampai beliau mengkonfirmasi lagi kepada Allah melalui doanya, bener ini saya bakalan dapet anak sayakan sudah tua istri saya kan mandul dan sebagainya.

Sehingga Allah pun menegurnya,

Tuhan berfirman, "Demikianlah". Tuhan berfirman, "Hal itu adalah mudah bagi-Ku dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali"

Tapi tetap saja, Nabi Zakaria tetaplah manusia, memiliki penasaran yang tinggi atas kuasa Allah yang Maha agung. Nabi Zakaria meminta sebuah pertanda bahwa dia akan memiliki anak yang Allah sendirilah yang memberi nama anak tersebut. 

Kemudian untuk menjawab rasa penasaran Nabi Zakaria Allah beri tanda dengan Allah cabut kemampuan berbicara beliau selama 3 hari. Dari sanalah Nabi Zakaria menjadi percaya diri dan mengabarkan kepada umatnya bahwa 3 hari kedepan saya akan diam saja.

Jika melihat Suratnya tentu saja hal ini tidak sekonyong-konyong Allah berikan kepada Nabi Zakariya, Lihatkan bagaimana Nabi Zakaria berdoa, ini tips juga bagi kalian yang sedang hampir berputus asa. Bahwa pada awal-awal surat Allah mengabarkan tentang Nabi Zakaria yang merengek meminta keturunan kepadanya, IQRA (Bacalah ayatnya deh)... 

Dengan suara yang lembut dan perendahan diri yang begitu dalam di hadapan Allah, tentulah Nabi Zakaria menjadi salah satu seorang hamba yang terpilih menjadi Nabi. Karena Nabi Zakaria tidak pernah berputus asa atas kuasa dan rahmat Allah, kedua dia tahu betul bagaimana menjadi hamba yang baik. Dengan berdoa dengan suara yang lirih meminta dengan merendahkan diri dihadapan Allah.

Maka jika ada seseorang yang ingin memiliki keturunan, cobalah cara yang dilakukan Nabi Zakaria ini. Dibarengi dengan rasa sabar tentunya. Dan yang sering Nabi Zakaria ucapkan dalam doanya adalah kalimat ini

Rabbi la tadzarni fardan wa anta khoirul wa ritsiin (Al-Anbiya 89)

Kupas sedikit cara para nabi berdoa.

Kenapa pakai kata Robb?

Kemarin kita sudah bahas ya waktu mengulas surat AL-Fatihah. Kata Robb itu salah satu panggilah yang Allah sukai. Karena mengacu kepada Ketauhidan kita atas Rububiyyah-Nya. Dengan mengatakan itu kita mempercayai dan memanggilnya dengan segala kekuasaan yang Allah miliki dan nama nama yang husna terkandung didalamnya juga.

Ya Robbi- Wahai Rabb-ku tanpa menyebutkan : Penguasa alam semesta dan segala isinya. Raja segala Raja. Yang menghidupkan dan yang mematikan, Yang Maha rahman dan rahim. Maha pencipta dan maha segalanya. Semua terkandung dalam kata Robb itu sendiri... Maka biasakan membaca doa dengan kata itu. 

Seperti kebanyakan doa yang kita tahu dan para Nabi berdoa dengan mengawali doanya dengan kata panggilan “Rabb” ini.

Robbanaa Dzolamnaa anfusanaa ....

Robbanaa hablanaa ...

Allahumma anta Robbi...

Rabbighfirli waliwalidayya...

dan doa-doa lainnya.

Sementara itu ada hal penting juga pada penciptaan Nabi Isa, bahwa meskipun tanpa bapak, Allah mampu menjadikannya seorang manusia melalui rahim Maryam. Dari sini kita pahami bahwa meskipun hal-hal medis kita itu mustahil memiliki anak tapi atas rasa harap dan kesabaran serta percaya sepenuhnya bahwa Allah mampu melakukan apapun. Itu saja sudah cukup untuk menjawab rasa kekhawatiran kita, seharusnya.

Maka dari sini yang sedang diuji adalah ketauhidan Rububiyyah dan Asma wa sifat yang perlu kita perkuat lagi. Percaya bahwa Allah adalah sebaik-baik penguasa alam semesta yang memiliki sifat Al-Badi’ dan Al Khaliq. Smentara Tauhid uluhiyyah kepada-Nya adalah dengan selalu menggantungkan harapan kepada Allah dan berdoa hanya kepada-Nya.

Itu jika kita mau mengambil manfaat dari kisah para Nabi, sementara dari sisi keduniaan pun sebenarnya kita bisa bertanya kepada dokter dan berusaha semampu kita dengan mendengarkan tips-tips dari orang lain.

 Dari segi medis,

Ada beberapa hal sepengetahuan saya yang minim ilmu ini. Bahwa ternyata salah satu penyebab keterlambatan memiliki anak atau kemandulan itu bisa dari beberapa faktor.

1. Genetik.. perlu diperhatikan dulu bagaimana orang tua dan keluarga kita dan pasangan. Apakah ada salah satu sanak saudara kandung orang tua kita yang mengalami hal serupa. Itu bisa menjadi indikasi pertama di luar kesehatan diri kita. Sementara di dalam kesehatan diri kita 

2. Faktor kesehatan,

Pernah melihat sebuah video yang menampilkan bentuk sel sperma. ternyata banyak macamnya. Ada yang normal kuat (ini kabar baik karena kesehatan dan makanan bagi si lelaki baik), Ada yang sel itu normal tapi cepat mati, ada yang Abnormal si selnya gak punya buntut, gak punya kepala, ada yang kepalanya 2 atau buntutnya dua, ada yang bentuknya normal tapi renangnya gak karuan buta maps gak tahu letak sel telur. 

Bisa juga terjadi pada rahim wanita. Terlalu kompleks kalau bahas kesehatan. Bisa ditanyakan sendiri kepada ahlinya...

3. Psikis

Waktu sharing tentang pernikahan kepada salah seorang teman. Beliau banyak bercerita terutama perihal keturunan. Ada beberapa orang yang dia kenal telat diberi anak, tapi setelah tiga bulan istrinya resign akhirnya dia dapat kabar baik. Artinya ternyata tingkat kestressan pasangan juga dipertaruhkan dalam hal kehamilan. 

Ini bisa jadi option untuk para wanita muda dalam memilih pilihan hidupnya. Menjadi ibu rumah tangga full time karena Pekerjaan yang terlalu menyita pikiran terlalu berat itu juga berpengaruh kepada hal ini. 

Man, bukannya yang gak boleh itu pekerjaan yang terlalu berat menguras fisik?

Masalahnya wanita yang diceritain itu profesinya guru. Apa pekerjaan itu menguras fisik?

Tapi Man, Gak semua wanita karir itu susah punya anak. Ada aja yang punya. Itu gimana?

Iya selain faktor takdir hal itu bisa jadi karena tingkat kesuburannya yang tinggi. In Case dia punya peluang dapat 10 tapi karena bekerja dan stress dia cuma dapet 3 artinya dia kehilangan 7 kesempatan. Dan salah satu dari kehamilan wanita karir itu mungkin ada dari 3 barusan.

Lalu ada wanita karir yang memiliki hanya 2 kesempatan. Tapi karena stress dia tidak hamil-hamil. Artinya dari 2 itu dia kehilangan semua kesempatannya. 

Makanya beberapa wanita karir yang sadar bahwa dia memiliki sedikit peluang hamil langsung buru-buru resign untuk mengambil kesempatan yang tersisa. Sebaliknya, wanita yang bisa hamil dapat dua pilihan menjadi full time mom atau memilih melanjutkan karirnya karena mereka merasa cukup 2 sampai 3 dan rela kehilangan 7 kesempatan.

Okelah man, kalau itu gue terima. Terus gimana orang yang ngejudge kehamilan bukan dilihat dari medis malah dari ibadah?

Bersambung…

 

0 komentar:

Posting Komentar