Kamis, 12 Januari 2023

Permohonan kita selalu pada Jalan yang sama - Rahasia dan kandungan surat Al-Fatihah dalam solat

Setelah mengetahui bahwa disekitar kita itu banyak terdapat circle of death sebagaimana teori yang kemarin kita ulas. Saya ada menyinggung tentang sebuah surat dalam al-Qur'an yang selalu di baca tatkala solat. Kandungannya pun adalah tentang meminta petunjuk jalan yang benar. 

Mengapa kita kerap kali meminta untuk diberi petunjuk ke arah jalan yang benar. Sebagaimana yang sering kita ucapkan pada surah al fatihah tatkala sholat?

Mungkin jawabannya beragam. Tapi percaya atau tidak sebagian kita justru merasa janggal dan malah tersesat karena salah memaknai ayat ini. 

Dulu saya sempat mendapatkan sebuah video tentang murtadol yang "katanya" dulu dia seorang muslim yang taat kemudian memilih murtad karena ayat ini. Dia bilang, "Kalau islam adalah agama yang benar kenapa umatnya disuruh membaca surat Al-fatihah bahkan selama lima waktu dan kandungannya adalah "Meminta petunjuk jalan yang lurus" artinya islam sendiri pun belum tentu jalan yang benar. dan seterusnya...

Baik, Ini sekedar edukasi saja. Jika sebelumnya kita tidak memperhatikan bacaan sholat kita terutama kandungan yang amat dahsyat pada surah al-Fatihah ini. Maka ini saatnya dengan singkat kita akan bahas sedikit.

Tapi kayaknya saya sudah pernah bahas dengan bahasa yang berbeda. tapi gapapa kita bahas lagi...

Kenapa kita dianjurkan membaca dan memohon petunjuk ke jalan yang lurus? katanya islam adalah jalan yang benar, agama yang benar. Kenapa harus memohon jalan yang lurus juga?

Baik kita analogikan dengan sederhana,

Kita sebagai budak korporat mengakui bahwa sering mengendarai motor di jalur yang itu itu saja. Berapa tahun? 1thn 2thn bahkan ada yang lebih dari 5 tahun melalui jalur yang itu itu saja, berangkat dan pulang kerja. Sampai-sampai kita tahu betul letak lubang yang ada di sepanjang jalan itu. Kita hafal di luar kepala tapi faktanya kita juga sering terjerembab di lubang yang sebenarnya sudah kita hafal. Begitulah keadaan kita sebagai manusia.

Kita tahu beberapa batasan dalam beragama yang gak boleh dilanggar. Tapi kadang karena khilaf dan keterpaksaan yang membuat kita melakukan dosa tersebut. Ilustrasi tadi adalah ilustrasi apabila seseorang yang memiliki ilmu tentang agama tapi mereka juga manusia yang kadang khilaf.

Mereka hafal jalan hafal ada lubang tapi tetep terkadang kejeblos juga.

Lalu bagaimana jika seseorang itu asing. Belum tahu jalan belum hafal ada lubang. Seberapa sering dia akan terjatuh ke lubang di sepanjang jalan itu?

Ini adalah permisalan orang-orang yang tidak tahu ilmu agama dan tidak tahu batasannya. Sehingga apapun itu dia berjalan dengan menerabas lubang dan sesekali mencelakai orang di belakangnya karena berbelok mendadak.

Intinya siapapun itu, baik mereka yang hafal jalan atau yang tidak hafal. Memiliki resiko yang sama yakni terjerembab ke dalam jalanan yang berlubang.

Maka Allah menjadikan sholat sebagai tameng agar kita tidak terjerembab. Penerang jalan yang paling baik bagi jiwa kita sebagai umat muslim. 

Oleh karena itu dalam sholat kita dianjurkan untuk membaca surah al-Fatihah. Meminta petunjuk jalan yang lurus jalan orang-orang yang selamat. Karena di Dunia ini fitnah itu sudah semakin banyak. Bayangkan saja fitnah itu adalah lubang yang dalam saat semua keadaan gelap gulita. 

Sebagaimana dalam hadits,

“SESUNGGUHNYA, menjelang terjadinya Kiamat ada fitnah-fitnah seperti sepotong malam yang gelap gulita, pada pagi hari seseorang dalam keadaan beriman, tetapi pada sore hari ia menjadi kafir, sebaliknya pada sore hari seseorang dalam keadaan beriman, namun di pagi hari ia dalam keadaan kafir. Orang yang duduk pada masa itu lebih baik daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat. Maka, patahkan busur kalian, putus-putuslah tali kalian, dan pukullah pedang kalian dengan batu, jika salah seorang dari kalian kedatangan fitnah-fitnah ini, hendaklah ia bersikap seperti anak terbaik di antara dua anak Adam” (yakni bersikap seperti Habil, jangan seperti Qabil-pent). 

(HR. Abu Dawud (4259), Ibnu Majah (3961) AI-Fitan, Ahmad (19231), dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani).

Maksud dari hadits ini banyak, mungkin kita bahas nanti. Intinya kita tengah merasakan fitnah yang gelap gulita dan sholat adalah sebagai penerang kita. Seburuk apapun kita, bolong-bolong tapi tetaplah berusaha, kita tidak boleh meninggalkannya karena jika sekali saja penerang jalan kita mati maka siapa yang menjamin kalau kita akan selamat dari lubang fitnah di dalam kehidupan ini. Wallahu'alam…

Maka setelah pemaparan yang dikaitkan dengan keseharian kita. Seharusnya kita jadi lebih mudah memaknai ayat dalam firman Allah Ta’ala ini,

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45)

Kandungan-kandungan di dalam ayat tersebut ada tentang permohonan kita kepada Allah agar selalu dinaungi atau dilindungi. Sehingga jika seseorang shalat dengan benar maka mereka akan mendapatkan naungan berupa dijauhkannya dia dari segala macam kemungkaran baik yang berasal dari hawa nafsunya atau dari faktor godaan syaitan yang membisikan rasa waswas di dadanya. 

Ketahuilah Allah menginginkan kita semua berada dalam kebaikan dan jalan yang selamat. Tapi Allah juga tidak membiarkan kita melakukan itu sendirian. Maka Allah jadikan Al Fatihah sebagai sarana seorang Hamba yang baik meminta kepada Rabbnya. Ketahuilah ketika kita sholat, berdiri ruku dan sujud sesungguhnya kita sedang berbincang dengan Allah, maka kalau Al-fatihah tidak Allah jadikan sebagai sesuatu yang wajib dibaca tatkala sholat. Kemungkinan manusia yang tamak seperti kita akan berdoa macam-macam saat berdiri di hadapan Allah tatkala sholat. Atau orang-orang yang bingung akan membaca bacaan yang aneh-aneh. Oleh karena itu bersyukurlah ketika Allah mengutus Rasulullah untuk mencontohkan segala bentuk peribadatan dan kita hanya tinggal meniru. Sehingga kita tidak bingung baca apa waktu solat. 

Sebagai penutup,

Setelah beberapa ulasan yang saya tulis barusan. Sekarang kita jadi tahu sedikitnya. Kenapa Sholat harus baca Alfatihah? Kenapa kita harus meminta petunjuk yang benar? Kenapa gak surat lain?

Insya Allah, pertanyaan-pertanyaan seperti itu sudah kita kantongi jawabannya. Untuk nextnya kita akan bahas Al Fatihah dan kandungan Tauhid di dalamnya. Karena kita bahas ini dari belakang bukan dari awal ayat hee…

Jadi nanti dibahas insya Allah dari awal ayatnya. Bi idznillah (atas seizin Allah)

0 komentar:

Posting Komentar