Selasa, 10 Januari 2023

Tentang Pertemanan dan anjuran mencari panutan yang baik - Human Circle of Death

(Hati-hati circle pergaulanmu membawa kepada kebinasaan)

Istilah ini saya temukan pada saat saya dengan tidak sengaja menemukan sebuah video tentang semut yang tersesat kemudian diikuti lagi oleh semut lainnya sehingga membuat sebuah lingkarang semut yang berputar hingga mereka semua mati kelelahan.

Setelah saya cari lebih serius, ternyata awalnya fenomena ini ditemukan oleh seseorang dengan tidak sengaja. Kemudian diamati dengan serius pada tahun 1944 oleh seorang psikolog hewan bernama Theodore Schneirla dari Amerika Serikat dan menamainya dengan Ants Circle of death.

Sebetulnya kalau kalian mengamati perilaku semut. Semut itu makhluk yang berkoloni ia akan mengikuti jejak temannya dan teman di belakangnya mengikuti jejak yang sama dari jenis semut yang sama. Coba saja kalau penasaran, jika ada barisan semut maka kalian kacaukan dengan menghapus/memotong jejaknya dengan jari, cukup dengan jari. Maka kalian akan temukan semut di belakangnya memutar dan kembali ke jejak yang sama jika mereka berhasil menemukannya jika tidak mereka akan nyasar cukup jauh atau kembali ke belakang. Entahlah mungkin pake sensor atau apalah itu.

Maka jika pemimpin atau salah satu teman mereka tersesat dan membuat jejak dengan sensor yang sangat kuat. Tidak menutup kemungkinan satu persatu semut di belakangnya mengikuti jejak tersebut. 

Lalu bagaimana jika jejak itu memutari satu titik. Sehingga salah satu semut yang membuat jejak memutar itu diikuti semut lain mereka akan berputar pada poros yang sama. Sehingga mereka gak bisa kemana-mana dan berputar sampai mati. inilah yang dimaksud dengan Ants Circle of death.

Dalam kehidupan kita pun hal ini sama dan akan terjadi menimpa siapa saja. Jika seseorang memiliki sinyal yang begitu kuat untuk diikuti oleh banyak orang. Maka orang dibelakangnya akan mengekor, lalu bagaimana jika seseorang yang memiliki sinyal yang begitu kuat ini membawa kita ke jalur yang salah. Jalur yang sesat dan juga jalur yang mematikan.

Pola ini sudah sering kita lihat dan saya menulis agar kita menyadari hal-hal ini bisa terjadi kepada kita. Walaupun secara harfiah kita tidak berputar beneran tapi terkadang kita suka mengekor kepada seseorang yang kesasar dan gak taunya kita juga ngikutin dia terus-terusan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Ketika ada seseorang yang bertanya tentang kapankah hari kiamat kepada beliau, kemudian beliau balik bertanya, "Apa yang engkau persiapkan untuk itu (kiamat)?"

Orang itu menjawab, "emm tidak ada hanya saja Sesungguhnya aku mencintai ALlah azza wa jalla dan Rasul-Nya Shallallahu Alaihi wa sallam,"

Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam berkata,

فَقَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.’

Apa relevansinya dengan fenomena semut itu man?

Semut itu berkoloni karena mereka merasakan ras-nya atau jenisnya dengan bau, sinyal dan induk atau ratu. Kita pun sama memiliki hal seperti itu dan hal paling relevan yang tidak bisa dijelaskan dengan akal adalah rasa CINTA. 

Cinta pun memiliki banyak pengertian, hal yang mendominasi manusia untuk selalu mengikuti siapa kecintaannya, menganggapnya benar, mendukung, membela, dan ingin selalu berada didekatnya. Itu perasaan cinta secara singkat. Perasaan inilah yang menjadi seperti sinyal bagi kita. Maka ketika kita menemukan sebuah circle yang tidak memiliki sinyal yang sama atau tidak satu frekuensi maka salah satu dari kita akan tertolak. Entah dia yang pergi atau kita yang meninggalkan circle tersebut.

Begitulah yang Rasulullah maksud, maka ketika seseorang itu wafat dalam kecintaannya pada sesuatu/seseorang dalam bentuk emosional baik dukungan atau kecondongan pendapat maka dia akan bersama orang yang dia cintai di akhirat kelak ketika dunia ini telah musnah dan manusia dibangkitkan mereka semua berkumpul.

Saya sengaja menyandingkannya dengan fenomena Ants circle of death ini karena berkorelasi pada hal yang sama. Segerombolan kita sebenarnya seperti para semut-semut tersesat itu, berputar dan mati.

Tapi poin yang ingin saya tekankan adalah jangan sampai kehidupan kita ini mengekor pada semut yang tersesat. Semut yang membawa kita berputar-putar hingga mati. Kita harus memiliki jalan sendiri dan keluar dari lingkaran kematian itu. Sesungguhnya kita tahu bahwa ada seseorang yang memanggil kita keluar dari lingkaran itu. Tapi terkadang sebagian kita enggan keluar barisan karena merasa, "Shut the fu*k up, semua orang mengikuti jalan ini, Ini adalah jalan yang benar."

Kemudian si penyeru itu kelelahan dan pergi meninggalkan kerumunan pada lingkaran kematian itu. Tapi faktanya akan selalu ada orang yang datang menyeru kembali. Tapi lagi-lagi mereka merasa jalan itu benar. Tidak sedikit circle itu melempari batu kepada si penyeru dan tersesat seterusnya karena tidak menerima seruan bahwa selama ini mereka berputar-putar dilingkaran kesesatan sampai mati.

Maka berhati-hatilah ketika kita mengikuti kebanyakan orang, Allah Ta'ala berfirman..

وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗاِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ

Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan. [QS.Al-An'Am : 116]

Lalu bagaimana man?

Kita dituntut untuk memiliki sifat kritis pada hal-hal yang berbau dengan keyakinan kita, agama kita. Maka jalan yang paling selamat adalah dengan kita mempelajari jalan itu, perhatikan langkah kita. Cara satu-satunya adalah menuntut ilmu karena seseorang yang memiliki ilmu pasti tidak akan menjadi pengekor suatu kelompok akan tetapi dia bisa memilih kelompok mana yang patut untuk diikuti. Atau bahkan sebagian menjadi independen tapi hal ini riskan juga karena kita ini adalah sebuah koloni. Pasti membutuhkan koloni lain untuk berkumpul pada koloni yang satu frekuensi. 

Oleh karena itu kita belajar untuk menerima frekuensi yang benar dengan pengetahuan ilmu yang kita dapatkan. Sehingga ketika ada orang yang menyeru kamu untuk keluar dari circle-mu, kamu tanya, "Kamu Nanyee, Kamu Nanyee, Kamu bertanye tanyee?"

-Astaghfirullah maaf masih kena efek si cepmek saya.

Sehingga ketika ada orang yang menyeru kamu untuk keluar dari circle-mu, kamu tanya,

"Jalan mana yang kamu mau tunjukan kepadaku?" Ketika dia menjelaskan maka pilihan ada dikamu.

Tapi man, sekte di dunia ini banyak. Jadi ketika gw ada di circle ini sebenernya gw tahu kalau ada yang gak beres tapi gw juga takut keluar circle malah ngikut sekte yang makin gak beres. Gimana dong?

Ini pertanyaan bagus. Maka untuk sementara waktu, jadilah independen. Berjalan sendiri mencari kebenaran dengan bergantung kepada Allah Rabbul Alamin saja. Karena sesungguhnya kita tahu bahwa ada hal yang selalu kita mita sebagai seorang Abdun (hamba) yakni...

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

permintaan itu bukan sembarang permintaan. Doa yang Allah wajibkan untuk membacanya ketika sholat bukan sembarang surah pada al qur'an akan tetapi permintaan seorang manusia yang meminta untuk ditujukan kepada circle yang benar. Makna baca ayat selanjutnya...

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Circle orang-orang yang sebelumnya Allah beri nikmat berupa jalan yang lurus. Dan berlindung dari circle orang-orang yang Allah murkai jalannya orang bodoh dan sesat. 

Bukankah itu luar biasa?

Mengingat ada beberapa circle yang membawa kita kepada kebinasaan. Allah mempersiapkan kita untuk menghadapi kehidupan ini agar tidak tersesat dan binasa karena ketidaktahuan kita. Masya Allah...

Diantara lanjutannya ketika kita mengikuti circle yang membawa kita kepada kebinasaan. Kita akan menyesalinya juga pada akhirnya. Ketika Rasulullah bersabda tentang kalian akan berkumpul bersama orang-orang yang kalian cintai. Bukan berarti hal itu menjadi kabar baik bagi kalian, 

Sebagian Army berkata, "Ohh aku akan berkumpul dengan BTS nanti di akhirat." Sebagian WIBU berkata, "Oh aku kan bertemu dengan waifu ku nanti di akhirat." 

Gak gitu konsepnya.

Di akhirat kelak lo akan menuding satu sama lain.

اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَىِٕذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ ۗ ࣖ

Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa. [QS. Az-Zukhruf: 67]

Di akhirat kelak lo akan menyesal menjadikan seseorang yang tersesat dan membawa kepada dosa itu sebagai teman.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلٰى يَدَيْهِ يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِى اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلًا

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. 

يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا

Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku),

لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَاۤءَنِيْۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِلْاِنْسَانِ خَذُوْلًا

sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur'an) ketika (Al-Qur'an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.” [QS. Al-Furqan :27-29]

dan penyesalan-penyesalan lainnya.

Maka selalu ingat bahwa akan selalu ada satu semut yang tersesat dan berhati-hatilah dalam mengikutinya. Belajarlah tentang jalan yang kamu akan lalui dan berdoalah kepada Allah untuk selalu diberikan jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang memiliki circle yang bagus.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. 

(HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahiihul Jaami’ 3545).

Semoga bermanfaat,


0 komentar:

Posting Komentar