Jumat, 16 Desember 2022

Sudah terjadi tanda-tanda hari kiamat di sekitar kita

Gempa adalah pertanda Kiamat,

Benarkah?

Benar sesuai sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa sallam

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ.

‘Tidak akan tiba hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi.’”

(Shahiih al-Bukhari)

Sebetulnya ini ingin dari lama dibahas tapi mengingat sebagai manusia kita harus lebih bersimpati dan memikirkan para korban terlebih dahulu. Juga ada beberapa dampak nantinya jika menyinggung hal ini terlalu cepat

1. judgemental.. mengundang penilaian buruk pada suatu tempat terkait. Seolah kita bisa menghukumi semua orang yang tinggal di sana adalah pelaku maksiat.

walaupun dari segi pandangan agama hal itu bisa kemungkinan besar, Karena Allah tidak akan menurunkan azabnya ke sembarang tempat. Tapi kesampingkan itu dulu... Jadikan itu renungan untuk pribadi kita sendiri. Karena dampak kedua adalah fatal juga

2. Kita merasa aman dari adzab Allah. Merasa tempat kita adalah tempat paling selamat. Ke-PD-an sehingga kita merasa baik-baik saja dan melakukan aktifitas tanpa merenengkungkan kemaksiatan yang kita lakukan dan yang orang-orang di sekitar kita lakukan. Sementara sifat merasa aman dari adzab Allah adalah sifat yang dominan dimiliki orang-orang munafik dan orang-orang fasik,

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A'raf: 99)

Al Hasan Al Bashri mengatakan,

المؤمن يعمل بالطاعات وهو مُشْفِق وَجِل خائف، والفاجر يعمل بالمعاصي وهو آمن

“Seorang mukmin beramal taat dan ia dalam keadaan takut (akan siksa Allah). Sedangkan ahli maksiat melakukan maksiat dan selalu merasa aman (dari murka Allah).” Dinukil dari tafsir Ibnu Katsir pada tafsir surat Al A’raf ayat 99.

Balik lagi ke gempa,

Sebetulnya ciri-ciri kiamat jika dikatakan itu sudah terjadi sejak diutusnya Muhammad Shallallahu Alaihi wa sallah sebagai penutup para Nabi. Rasulullah sendiri yang bersabda bahwa diutusnya aku dengan hari kiamat itu seperti kedua jemari ini, beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah. (HR.Muslim)

Maka setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam tanda-tanda kecil kiamat sudah mulai bermunculan dan beragam sesuai dengan apa yang Rasulullah sabdakan. Di sini saya pribadi melihat bahwa Rasulullah adalah sosok yang visioner (iya karena sesungguhnya Allah yang mengabarkan Rasulullah tentang kejadian-kejadian yang akan datang,) Maka yang terjadi saat ini pasti sudah Allah kabarkan melalui lisan Rasul-Nya yakni Muhammad Shallallahu Alaihi wa sallam.

Diantaranya sebagaimana yang kita tahu, dari Anas Radhiyallahu anhu, dia berkata, 

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ… (فَذَكَرَ مِنْهَا:) وَيَظْهَرَ الزِّنَا.

‘Sesungguhnya di antara tanda-tanda Kiamat adalah… (lalu beliau menyebutkan di antaranya:) dan merebaknya perzinaan.’”

Shahiih al-Bukhari, kitab al-‘Ilmi bab Raf’ul ‘Ilmi wa Zhuhuurul Jahli (I/178, al-Fat-h), Shahiih Muslim, kitab al-‘Ilmi bab Raf’ul ‘Ilmi wa Qabdihi wa Zhuhuurul Jahli wal Fitan fi Akhiiriz Zamaan (XVI/221, Syarh an-Nawawi)

Zaman itu Rasulullah hanya diberi wahyu tidak secara spesifik bahwa kelak ada yang namanya internet, media sosial yang memaparkan kemolekan tubuh seorang wanita, romantisasi kemesraan baik pasangan halal maupun pasangan haram dan semisalnya.

Maka dengan ini tersebarlah sebuah kemaksiatan baik yang dilakukan oleh wanita maupun para lelaki. Mereka semua terinspirasi atau tergerak oleh trend-trend, entah joget dengan memamerkan TT atau goyang dengan memamerkan bokong (lelaki maupun perempuan).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam hanya mengabarkan secara global, kita lah yang harus peka terhadap perkembangan zaman itu. 

Akhir zaman adalah setiap yang Rasulullah sabdakan dalam skala besar, Termasuk gempa bumi itu juga, Wallahu'alam. Jika dikatakan dahulu orang juga berpakaian seksi tapi kita katakan dahulu sarananya hanya televisi tapi sekarang balita pun bisa melihatnya. Artinya kemaksiatan ini berskala besar, maka sudah dekatkah kita dengan sabda itu?

Ini juga termasuk kepada kejadian banyaknya gempa bumi seperti pembahasan kita di awal. Diriwayatkan dari Salamah bin Nufail as-Sakuni Radhiyallahu anhu, beliau berkata:

كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (وَذَكَرَ الْحَدِيْثَ وَفِيْهِ) وَبَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ مُوتَانٌ شَدِيدٌ وَبَعْدَهُ سَنَوَاتُ الزَّلاَزِلِ.

“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam… (lalu beliau menuturkan haditsnya) dan sebelum Kiamat ada dua kematian yang sangat dahsyat, dan setelahnya terjadi tahun-tahun yang dipenuhi dengan gempa bumi.” 

“Diriwayatkan oleh Ahmad, ath-Thabrani, al-Bazzar dan Abu Ya’la, perawi-nya tsiqah.”

Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam kitabnya Fathul baari, 

“Telah terjadi banyak gempa di negeri-negeri bagian utara, timur, dan barat. Namun yang jelas bahwa yang dimaksud dengan banyaknya gempa adalah cakupannya yang menyeluruh dan terjadi secara terus-menerus.”

Juga diperkuat dengan perkataan ‘Abdullah bin Hawalah Radhiyallahu anhu, beliau berkata:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan kedua tangannya di atas kepalaku, lalu beliau berkata, ‘Wahai Ibnu Hawalah! Jika engkau melihat kekhilafahan telah turun di atas bumi-bumi yang disucikan, maka telah dekatlah gempa, bencana dan masalah-masalah besar, dan hari Kiamat saat itu lebih dekat kepada manusia daripada dekatnya kedua tanganku ini dari kepalamu.’”

Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani, lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (VI/263, no. 7715)

Akan tetapi meskipun kita tidak melihat atau tidak dalam keadaan yang naudzubillah semoga kita tidak ada dalam keadaan itu. Kita tetap perlu menjadi seorang hamba yang berada di pertengahan. Tidak menjudge orang-orang yang terkena gempa akan tetapi menjudge diri sendiri apabila suatu saat nanti azab itu datang kepada kita. TIdak juga berharap lebih akan datangnya hari kiamat sebab Mengharapkan kedatangan kiamat juga termasuk ciri-ciri kiamat, 

Lah gimana man?

Simak sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan akan terjadi kesengsaraan dan kepedihan yang menimpa manusia, sehingga mereka mengharapkan kedatangan Dajjal. Dijelaskan dalam sebuah hadits dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu, dia berkata,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَتَمَنَّوْنَ فِيْهِ الدَّجَّالَ، قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! بِأَبِيْ وَأُمِّيْ مِمَّ ذَاكَ؟ قَالَ: مِمَّا يَلْقَوْنَ مِنَ الْعَنَاءِ وَالْعَنَاءِ.

‘Akan datang kepada manusia satu zaman di mana mereka mengharapkan (kedatangan) Dajjal.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku sebagai tebusan, (karena apa) hal itu terjadi?” Beliau menjawab, “Karena kepedihan dan kepedihan yang mereka rasakan.”

Lihat saat ini berapa banyak ngustadz mengabarkan bahwa tentang Dajjal seakan-akan Dajjal akan keluar dan seakan akan “dialah” tentara akhir zaman. Dengan kata lain dia ini mengharapkan bahwa akhir zaman akan datang dan dia akan menjadi manusia di barisan paling benar. Wallahu’alam.

Maka Rasulullah bersabda itu bukan hanya isapan jempol semata. Akan tetapi terjadi dan nampak sedikit demi sedikit dihadapan kita. Maka apakah kita sudah dekat dengan yang disabdakan oleh Nabi?

Bukti lain lagi terkait hari kiamat adalah merebaknya pasar-pasar dan berdekatan pula posisinya. Sekarang kita masuk ke tema yang menguntungkan bagi sebagian manusia. Pada hakekatnya menguntungkan akan tetapi mengapa ini menjadi ciri-ciri datangnya hari kiamat? Mari kita ulas sebentar,

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan al-Hakim dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda:

بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ تَسْلِيمَ الْخَاصَّةِ، وَفُشُوَّ التِّجَارَةِ، حَتَّى تُشَارِكَ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا عَلَى التِّجَارَةِ.

“Menjelang tibanya hari Kiamat, salam hanya diucapkan kepada orang-orang tertentu, dan banyaknya perdagangan hingga seorang wanita membantu suaminya dalam berdagang.”

Musnad Ahmad (V/333, Syarah Ahmad Syakir), beliau berkata, “Sanadnya shahih” dan Mustadrak al-Hakim (IV/45-446).

Masya Allah, yah.

Secara global lagi-lagi apakah Rasulullah tahu akan ada yang namanya Amazon, Ebay, shopify, Alibaba, Tokopedia, Shopee? tapi lihatlah betapa agama ini sudah memprediksi hal ini akan terjadi. Betapa pasar-pasar ini berdekatan dan orang-orang berjualan di dalamnya?

Simak jika kita mempelajari agama ini dengan seksama dan Ilmiah maka kita akan temukan berbagai macam kebenaran islam. Karena itu sebagai rambu bagi kita dalam menilai zaman dan amal. 

Diantara fakta lain yang menarik juga bahwa yaa saya memiliki banyak teman wanita dan berstatus sebagai istri mereka apa? mereka membantu suaminya dalam berdagang. Masya Allah, jadi seberapa dekat kita dengan hari yang dijanjikan tersebut?

Wallahu'alam. kembalilah ke hakikat kita sebelum terlambat. Dimana kita diciptakan adalah untuk beribadah dan berbuat ketaatan. 

Lalu kenapa banyaknya perdagangan yang kata saya menguntungkan itu menjadi ciri-ciri kiamat? Nanti kita sambung di lain waktu yah…

Insya Allah, semoga yang saya sampaikan bermanfaat buat kalian.


Barakallahufikum


0 komentar:

Posting Komentar