Sabtu, 12 November 2022

Bidadari Surga

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ  ٥٦ فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ  ٥٧ كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. [Ar-Rahman/55: 56-58].

nah pertanyaannya...
Apa sih yakult dan marjan yang dimaksud?
Apakah bidadari itu manis-manis seperti minuman berbuka puasa? atau agak masam tapi nagih seperti minuman kesehatan buat usus?

Tentu bukan ya teman-teman hehe

Ternyata Yakut dan Marjan disini adalah sebuah batu permata atau batu alam...
Berdasarkan beberapa ahli tafsir yang menjelaskan tentang ayat ini. Sesuai dengan artinya dikatakan permata yakut dan marjan. Itu merupakan nama sebuah batu alam, mereka itu batu berwarna merah dan putih. Jadi beberapa diantaranya menafsirkan bahwa para bidadari itu memiliki kulit yang berkilau dan kemerahan seperti batu tersebut.

Kalian bisa melihat beberapa batu alam yang dapat dinikmati hanya dengan memandangnya. Seperti bangunan-bangunan yang difinishing oleh batu marmer pada ubin dan dindingnya. Betapa megah dan indah serta menenangkan. 

Sifat batu bagi sebagian lelaki pun memiliki tempatnya tersendiri dalam kesukaan. Bayangkan fenomena batu akik tempo hari? Adakah wanita yang mengikuti trend tersebut? 

Yup kebanyakan para bapak-bapak dan lelaki secara umum yang menyenangi perhiasan berupa batu alam. Begitu relate-nya jika Allah Azza wa jalla menggambarkan dan mendeskripsikan ciptaan-Nya yakni bidadari dengan deskripsi yang dapat dipahami. Artinya Bidadari memang diciptakan untuk para lelaki di surga dengan keindahannya yang seperti batu alam tersebut.

Jika ada para lelaki yang tidak berselera atau tidak memiliki kesukaan pada batu alam. Entahlah, mungkin dia kurang menyenangi mentadabburi alam sekitar. Karena percaya gak percaya, marmer di masjid saja yang kalau kita perhatikan itu begitu indah. Ada beberapa corak guratan urat-urat yang jika dibayangkan kita akan menerka-nerka, "seperti apa sih penciptaannya?" 

Semakin diperhatikan lebih dalam lagi. Batu-batu alam itu seperti memiliki kedalaman, Seolah ada keindahan yang tersimpan di dalam batu tersebut yang sudah di coating atau di finishing oleh ahlinya. Ketika kita lihat seperti dilapisi kaca bening dan didalamnya terdapat keindahan dengan berbagai macam coraknya. Masya Allah...

Begitulah yang dimaksudkan Allah dalam penciptaan Bidadari-bidadari surga-Nya. Bahwa mereka memiliki keindahan yang jika terlihat dari luar begitu bening dan halus sementara di dalam kulit-kulit mereka merona kemerahan. Serta sebagaimana batu alam yang belum ditemukan oleh manusia mereka tersimpan rapi di kedalaman tertentu, begitupun mereka layaknya batu-batu alam yang tersimpan keindahannya akan tetapi hanya dapat ditemukan oleh kita di Surga yang Allah janjikan.

Maka nikmat mana lagi yang engkau dustakan?

Bahasa Allah dalam menganalogikan sesuatu yang berkesesuaian juga memiliki kedalaman makna yang penuh akan hikmah dan penghayatan, begitulah Al-Qur'an yang Allah turunkan dengan tatanan bahasa yang begitu indah. Mustahil hal ini muncul dari lisan seorang manusia.

Penggambaran ini pun telah Rasulullah sabdakan, Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

«أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَلِجُ الْجَنَّةَ صُورَتُهُمْ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، لَا يَبْصُقُونَ فِيهَا وَلَا يَمْتَخِطُونَ وَلَا يَتَغَوَّطُونَ، آنِيَتُهُمْ فِيهَا الذَّهَبُ، أَمْشَاطُهُمْ مِنْ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَمَجَامِرُهُمْ الْأَلُوَّةُ، وَرَشْحُهُمْ الْمِسْكُ، وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ، يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنْ الْحُسْنِ، لَا اخْتِلَافَ بَيْنَهُمْ وَلَا تَبَاغُضَ، قُلُوبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ، يُسَبِّحُونَ اللَّهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا» [رواه البخاري برقم 3245 ومسلم برقم 2834]

“Kelompok pertama yang akan memasuki surga akan memiliki wajah yang sama seperti bulan purnama, mereka tidak meludah, ingusan dan tidak pula berak padanya, bejana-bejana mereka di dalamnya adalah emas, sisir-sisir mereka dari emas dan perak, tempat bukhur (gaharu) mereka terbuat dari kayu yang sangat harum, mereka dari mereka minyak misk, setiap mereka memiliki dua istri, bagian dalam betisnya tampak dari balik dagingnya karena kecantikannya, tidak ada perselisihan antara mereka dan tidak pula terjadi pertengkaran, hati mereka satu, mereka memuji kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala pada waktu pagi dan petang”

Ada kutipan yang menarik,
"bagian dalam betisnya tampak dari balik dagingnya karena kecantikannya."

Jika melihat perkataan Rasulullah yang ini, seperti, 
Apakah bidadari itu makhluk transparan? 

Karena Allah menciptakan beberapa makhluk hidup yang memiliki tubuh transparan. Maka jika secara bahasa diartikan begitu saja secara tekstual maka tidak menutup kemungkinan bidadari itu ALlah ciptakan transparan. Tapi apakah seperti itu?

Jika melihat dalil dari surah Ar Rahman ini kemungkinan (wallahu'alam) yang dimaksudkan Rasulullah adalah sebagaimana penjelasan kita di awal. Yakni Bidadari itu memiliki kecantikan seperti batu alam. Dari luar seperti tertutup oleh sebuah kaca dan bagian dalamnya terlihat coraknya, Tapi secara hakikat batu alam itu benda padat yang bercorak hanya mata kita saja melihatnya seperti terlapisi oleh kaca. Wallahu’alam

Begitu indahnya pemaparan soal bidadari yang Allah janjikan untuk para lelaki. Lantas jika mendengar hal seperti ini apakah wanita akan tinggal diam, marah atau mereka akan merasa tersingkirkan di surga nanti?

Sudah kita bahas bahwa sifat penghuni surga itu tidak ada iri dengki. [Baca Selengkapnya...]

Jadi jangan khawatir soal itu.
Sesungguhnya kita hanya perlu meyakini bahwa segala sesuatu yang baik pasti akan berbuah kebaikan juga sebagaimana lanjutan ayatnya. 

Bidadari merupakan hadiah atas kebaikan dan kesabaran kita di dunia. Tapi cinta sejati tidak akan tergantikan oleh apapun, bukan? Maka sebagai pasangan suami istri relakah jika suamimu ke surga sendirian? atau sebagai suami tidak maukah kamu mengajak istrimu menjadi pemimpin para bidadari di surga dan hanya mencukupkan diri hanya dengan istrimu?

oleh karena itu sesungguhnya kecintaan sejati itu tidak dapat dibuktikan dengan hanya memberikan kesenangan dunia saja. Akan tetapi sama-sama menuntun sampai ke surga meskipun jalannya terjal dan penuh cobaan yang harus banyak sabar.

Sesungguhnya kecintaan sejati itu bukan si lelaki membayangkan dikelilingi bidadari surga akan tetapi dia ingin istrinya yang ada selalu ada disisinya kelak. Pun sang istri, tidak akan membiarkan suaminya dikelilingi oleh bidadari surga akan tetapi istri melakukan ketaatan agar masuk kedalam surga bersamaan dengan suaminya.

Kemudian saling berikrar,

Together hatta fill jannah abadan abada,-


0 komentar:

Posting Komentar