Minggu, 05 Januari 2025

Seputar 'Ain dan mereka yang meremehkannya

Seberapa aware kalian tentang hal ini?

Perkara 'ain berasal dari sabda Nabi Shalallahu alaihi wa salam, beliau bersabda,

العين حق، ولو كان شيء سابق القدر سبقته العين

“Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa” (HR. Muslim no. 2188).

Lantas, apa itu 'ain?

Arti 'ain itu sendiri sebagaimana sabda Rasulullah yang dapat disimpulkan secara textual. Sesuatu yang berdampak buruk yang dihasilkan dari pandangan manusia. 

Bentuknya bisa apa saja baik itu berdampak kepada kesehatan, bahkan dampak lebih jauh bisa berdampak kepada rona wajah kita dan yang paling fatal bisa menyebabkan kematian. Begitulah beberapa hal yang dipaparkan oleh para ulama sebagai kajian ilmiah terhadap bab ini.

Dalam kutipan terakhir ada kalimat yang sangat spesifik menegaskan bahwa dampak berbahayanya 'ain itu bahkan bisa mendahului takdir. Hal ini menjadi trigger bagi para ulama salaf yang expert dalam bidang dakwah untuk menyampaikan ini kepada para kaum muslimin. Sayangnya peringatan-peringatan bahaya 'ain ini ternyata gak sedikit menjadi sorotan dan menuai banyak respon baik itu pro dan kontra.

Diantara orang-orang yang pro mereka mengambil langkah untuk berhati-hati dalam memposting dan selalu menyelipkan kalimat toyyibah seperti Masya Allah dan Tabarakallah dalam beberapa kesempatan postingannya. Sementara yang kontra akan mengabaikan dan menganggap Sabda Rasullullah shalallahu alaihi wa salam itu sebagai angin lalu, tidak terbukti secara akal manusia dan sebagainya.

Itulah mengapa di awal saya memberi pertanyaan kepada kalian tentang seberapa pedulinya kalian terhadap bahaya 'ain ini. Sebab sebagai muslim kita harus mengimani setiap ucapan yang keluar dari lisan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dan membenarkannya. Adapun orang-orang yang menganggap hal ini sebagai angin lalu atau perkara bulshit yang gak perlu dikhawatirkan, biarkan saja itu kembali kepada keimanan mereka masing-masing. 

Apa saja bentuk 'ain?

Asalnya 'ain adalah dari pandangan manusia yang menyebabkan keburukan terhadap yang dipandangnya. Maka jika dibuat bentuk spesifik pengelompokannya hanya tertuju pada dua sebab yaitu pandangan mata yang hasad dan kekaguman yang berlebihan.

Sebagian dari kita pasti akan bertanya-tanya dan bahkan menyangkalnya, "Ah saya gak apa-apa tuh posting ini itu... Mana buktinya". kalau mengacu kepada sabda Rosulullah seharusnya kita memiliki ketakutan tersendiri terhadap bahaya 'ain ini bukan menyepelekan. Jikapun kalian tidak terdampak maka bisa jadi karena Allah masih memberikan perlindungan extra terhadap kita.

Karena siapa  yang menjamin apa yang kita posting dilihat oleh orang-orang yang seluruhnya menghasilkan enegri positip. bisa jadi diantara mereka memiliki pandangan yang menimbulkan 'ain itu tadi. Tapi balik lagi bahwa semua itu memiliki faktor pendukung diantaranya yaitu perlindungan Allah kepada kita.

Apa sebabnya sih bisa sebegitu berbahaya?

IMO (in my opinion), 'Ain berasal dari pandangan manusia baik itu yang berasal dari kekaguman dan atau kebencian. Maka hal tersebut menjadi signal juga sugesti dari si pemilik pandangan itu terhadap kita (atau sesuatu milik kita yang dia pandang). Sugesti itu bisa berbentuk hal yang bahkan tidak dia sadari karena bisa jadi itu terbetik begitu saja dari sifatnya yang saat itu terkagum-kagum atau hasad  banget. 

Lalu kita sebagai penerima sugest dan signal itu merespon, karena respon itu pun berada dibawah alam sadar kita yang terjadi adalah hal-hal yang lemah yang ada pada diri kita terpengaruh. Kesehatan, mental bahkan orang-orang  di sekitar hingga benda yang kita miliki pun akan terdampak.

Itulah mengapa hal ini sekali lagi harus menjadi perhatian kita, agar lebih waspada karena perkara seperti ini termasuk hal gaib yang dapat mendahului takdir.

Lalu apa solusinya?

Solusi terbaik yang bisa saya sarankan adalah berhati-hati dalam memposting sesuatu tentang apapun itu, baik kesuksesan, rumah tangga, harta dan anak. Karena 'ain itu amat berbahaya bahkan bisa menyerang benda mati (harta yang kita miliki). Oleh karena itu Rosulullah mengajarkan tentang dzikir pagi petang untuk meminta perlindungan dari bahaya seperti ini,

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam berdoa:

اللهم إني أسألك العفو والعافية في ديني ودنياي وأهلي ومالي

“Ya Allah, aku meminta ampunan dan keselamatan pada agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku” (HR. Abu Daud no.5074, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

mungkin doa ini bisa menjadi solusi pencegahan dan pengobatannya.

Banyak kok yang memposting secara berutal tapi hidupnya tenang-tenagan aja, itu gimana?

Mungkin ada beberapa faktor jika kita meninjau penyebab 'ain ini adalah dari manusia yang hasad atau memiliki kekaguman berlebih. maka yang perlu di tinjau saat memposting adalah circle kita sendiri. Kita harus lebih tahu orang-orang mana saja yang akan menerima dan melihat apa yang kita posting. jangan sampai kita malah sengaja untuk "memanas-manasi" orang yang asalnya kita sudah tahu kalau dia membenci kita (hasad) terhadap kita.

Berarti dengan kata lain kita sendiri yang mengundang marabahaya tersebut.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Qs. Asy-Syuura: 30).

Kembali lagi kepada niat,

Mungkin ada saja manusia-manusia yang Allah berinikmat lebih berupa kekayaan akan tetapi dia berniat untuk mencari validasi dari orang lain yang sebelumnya telah "meremehkan" dia. Sehingga tanpa sadar dia memposting setiap pencapaiannya dan hal itu dia jadikan ajang untuk "pembuktian kepada si orang tersebut"

akan tetapi hal ini menjadi bumerang yang tanpa sadar mengundang 'ain yang berdampak pada dirinya dan keluarganya. Itulah mengapa sekali lagi kita perlu waspada.

Memiliki sifat rendar diri akan jauh lebih baik ketimbang harus mengemis validasi terhadap orang yang membenci kita. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

“Sungguh Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zalim pada yang lain” (HR. Muslim no. 2865).

Karena sejatinya jika seseorang membenci kita dia akan seterusnya membenci kita apapun yang kita lakukan, di matanya itu hanya hal yang sia-sia. Sebaliknya orang yang mencintai kita selamanya akan mencintai kita meskipun kita gak melakukan apapun.

Yaudah kalau begitu clossfriend,

Tuh. kan, kemampuan membacamu masih aga kureng wkk

Tadi sudah dispill bahwa 'ain itu bisa juga karena kekaguman berlebih. Kamu bisa buktikan itu terhadap seorang bayi. Kira-kira berapa banyak bayi atau balita yang didiagnosis oleh orang tuanya 'ketempelan'? -bahasa orang dulu.

Bukan, yah. Itu bukan ketempelan, terkadang seseorang yang begitu mengagumi bayi atau balita yang notabenenya masih imut pun menghasilkan 'ain dari kekagumannya tersebut. Jadi si bayi terkena oleh 'ain tersebut dan sakit atau bahkan meninggal diluar takdir. Itu kan menjadi bukti bahwa kita gak bisa menilai apakah orang ini menimbulkan 'ain hasad atau 'ain kagum berlebih.

Hal ini menjadi kompleks ketika kita memikirkannya. Hingga pada akhirnya saya hanya bisa menyimpulkan bahwa posting yang sederhana saja, posting sesuatu yang menimbulkan manfaat, sesuatu yang special tapi tidak dibuat-buat sebagai bahan untuk pembuktian. Ikuti jalan yang paling selamat yaitu perintah Nabi Shalllahu'alaihi wa sallam yaitu rendah diri. 

Ingat kita itu cuma tanah yang diberi nyawa.


0 komentar:

Posting Komentar