Rabu, 05 Mei 2021

Bahayanya Faham Liberalisme Bagi Umat - JIL

JIL atau jaringan islam liberal atau mereka menamakan diri mereka kini adalah islam nusantara. Liberalisme adalah suatu pemikiran yang berbahaya. Pemikiran ini berkembang dari dunia barat dan sudah menjamur di kalangan umat kita di Indonesia. Siapa yang membawa pemahaman ini? Wallahu'alam, bisa kalian cek sendiri melalui kajian ilmu yang disampaikan langsung oleh Ustadz kibar -Ustadz yang namanya sudah terkenal keilmuannya.

Di sini saya hanya ingin menerangkan sedikit tentang pengertian liberalisme ini dan betapa sesat dan berbahayanya pemikiran ini. Sebab pemikiran ini adalah pemikiran yang terstruktur dengan ilmu yang mereka miliki. Akan tetapi keilmuan itu tidak bermanfaat sama sekali sebab pemikiran itu bertentangan dengan pedoman islam.

Jika Allah Shubhanahu wa ta'ala berfirman,

...إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَـٰمُ

Sesungguhnya agama yang hak yang benar di sisi Allah adalah islam. [1]

Islam sendiri secara bahasa berarti tunduk dan pasrah. Memasrahkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, sami'naa wa a'tonaa. Sedangkan liberal itu sendiri secara bahasa adalah bebas mengutamakan kebebasan. Dari sini pun sudah terlihat betul perbedaannya. 

Kalangan mereka umumnya memang memiliki pemikiran yang tidak ingin diatur. Mereka bahkan terang-terangan membantah firman Allah Ta'la tersebut dengan mengatakan bahwa, "Tidak, bukan hanya islam yang benar. Tapi semua agama itu benar hanya saja cara beribadah kita mendekatkan diri ke Tuhan yang berbeda." Wal'iyya dzubillah, mereka lancang menentang Allah dengan pemikiran mereka sendiri. 

Mereka memang terkenal dengan bantahan-bantahan yang nyeleneh seperti ini. Jika beberapa tahun kebelakang kita pernah mendengar seorang dai berfatwa tentang jilbab, Katanya bahwa jilbab itu tidak wajib yang penting berpakaian secara pantas itu sudah memenuhi syarat jilbab. Tentu ini adalah pemikiran yang salah sebab Allah mewajibkan jilbab adalah dengan jilbab yang umum, menutupi kepala dan dada. Sebagai mana yang Allah firmankan dalam Alquran surah Al-Ahzab ayat 59 yang artinya,

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59) [2]

Lagi-lagi tokoh liberal yang sesat ini membantah firman Allah Ta'ala dan menafsirkan sesuai hawa nafsu mereka. Dai tersebut menghalalkan wanita melepas jilbab yang penting pakaiannya sopan. Begitulah mereka! Nama dai tersebut adalah Quraish shihab tapi jangan bilang-bilang. Kita samarkan saja dan doakan semoga Allah beri beliau hidayah kebenaran.

Itu beberapa kesesatan dari buah pikir mereka yang perlu kita waspadai. -dan masih buanyak lagi khehehe.

Alhamdulillah setelah berita ini redup. Kaum liberalis ini sudah tidak lagi dihiraukan. Mereka masih tetap berdakwah dan disaksikan oleh jamaah yang cukup banyak dari kalangan salah satu kelompok terbesar di Indonesia. Nganu.Ya.. itu. 

Kenapa saya bersyukur?

Sebab baru-baru ini salah seorang tokoh liberal tertangkap lagi menampakan kesesatannya. Sehingga para jamaahnya mempertanyakan ke-Ustadzannya ini. Apakah patut untuk diikuti ataukah tidak. 

Maka saya simpulkan bahwa ternyata kebanyakan mereka hanya mengikuti sesuai keterkenalan nama saja. Umumnya umat islam di Indonesai memang selalu mengikuti arus viral. Bukan pertimbangan keilmuan dan lurusnya aqidah seorang ustadznya tapi siapa yang terkenal maka itulah yang dia ikuti. Tanpa bertanya, "Apakah majlis yang aku ikuti ini benar, membawaku kepada jalan Allah sesuai Al-qur'an dan Assunnah ataukah tidak?" 

Kita para penuntut ilmu luput dari pertanyaan itu. Sehingga kita tidak hati-hati dalam mengambil tempat duduk sehingga tanpa sadar kita terjerumus dalam kesesatan. Dan jika hal ini terus belangsung tanpa kita sadari maka ingat firman Allah Subhanahu wa ta'ala, ini,

"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat)".

(QS. Al A'raf : 178)

Lihat, jika kita sudah tenggelam dalam kesesatan maka tanpa sadar kita akan selalu berada di dalamnya. Maka bersyukurlah jika kita merasa bahwa, apakah jalan yang kutempuh ini benar atau salah kemudian meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Sebab hanya Allah lah yang mampu menyelamatkan kita,

إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
“Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” 

(QS.Al-Qoshash : 56)

Saya tertegun tatkala membaca tafsir ayat ini. [3]

Ibnu Katsir Rahimahullah mengatakan tentang tafsiran ayat ini bahwa, "Allah mengetahui siapa saja dari hambanya yang layak mendapatkan hidayah dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya." :') 

Semoga Allah nilai kita pantas untuk mendapat kebenaran. Sehingga Allah berikan kita ilmu yang membawa kita kepada kebenaran sesuai Alqur'an dan Sunnah yang berlaku sesuai dengan pemahaman islam yang murni yang diajarkan oleh para salafunasholih. Juga mengumpulkan kita semua di Surga-Nya. Aamiin.

Kembali lagi ke pokok persoalan.

Sebagai bukti nyata bahwa sebagian dari kita sudah termakan oleh pemahaman ini adalah ketika mereka membenarkan kesesatan dari dai-dai liberal tersebut. Inilah yang saya maksud bahwa ketika kita ragu atas sesuatu makan bersyukurlah sebab kita pasti secara tidak langsung akan mencari kebenaran tidak hanya ikut-ikutan seperti sapi yang di cocok hidungnya. 

Tetapi sebagai orang awam kita terkadang sulit menempatkan diri, bukan?

Kesulitan mempertimbangkan yang mana yang benar dan yang salah. Oleh karena itu wajibnya kita menuntut ilmu. Juga itulah mengapa kita kerap kali diperintahkan solat lima waktu dan disetiap solat kita mebaca Alfatihah yang dimana salah satu kandungan ayatnya adalah meminta petunjuk. Karena sebagai orang yang tidak tahu apapun kita takut terjerumus dalam kesesatan akan tetapi melalui solat kita, semoga Allah jauhkan kita dari pada hal celaka tersebut.

Liberalisme ini adalah pemahaman yang aneh juga terkesan labil. Sebab jika semua umat beragama baik itu Islam, Nasrani, Yahudi, Hindu, Budha dan agama penyembah BTS pun mereka akan mengatakan bahwa agama kami adalah agama paling benar. Sementara kaum liberalis ini menyatakan bahwa semua agama benar. Seolah mereka sedang menerangkan bahwa mereka sendiri tidak memiliki keyakinan yang pasti atas apa yang mereka pegang. Terombang ambing di atas akal kebodohannya.

Lalu untuk apa mereka beragama islam?

Sebenarnya pemahaman liberal ini tidak terjadi di kaum muslimin saja. Pemahaman ini menyusup di seluruh umat yang beragama. Akan tetapi Islam adalah agama yang benar dan berlandaskan atas kebenaran. Maka jika ada suatu penyimpangan yang menyelisihi Alquran dan Assunnah secara otomatis akan terlihat kentara sekali kesesatannya. Oleh sebab itu islam lah agama yang dengan ketat membuat bahasan tersendiri tentang pemikiran ini.

Juga jawaban yang tidak lain dan tidak bukan adalah untuk merusak islam itu sendiri. Maka tak jarang mereka mengikuti ritual agama tertentu, masuk gereja, ikut natalan, membolehkan LGBTQ, menghalalkan pernikahan berbeda agama, menganggap semua agama sama, menganggap semua agama memiliki surga masing-masing, menganggap biasa saja saat seorang tidak solat yang penting beriman dan kesesatan lainnya. Itu semua bertujuan untuk 'kebebasan' tidak ingin terikat atas aturan Allah. 

Sayangnya orang-orang seperti mereka ini biasanya lahir dari kalangan yang dikenal banyak orang. Sehingga menjadi panutan maka sesungguhnya seperti yang Rosulullah sabdakan. Di dalam hadits riwayat Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya termasuk yang kukhawatirkan atas umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan”. (HR. Ibnu Majah dan At Tirmidzi “Hadits ini adalah hadits yang shahih”)

Dan di dalam kitab Ash Shahih, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu tiba-tiba, tetapi mencabutnya dengan mewafatkan para ulama, sampai tidak tersisa seorang berilmu. Akhirnya manusia menjadikan orang-orang bodoh (sebagai ulama), akhirnya mereka (orang-orang bodoh tadi) memberi fatwa tanpa ilmu dan mereka menyesatkan”. [4]

Maka dari itu kita perlu waspada. Jangan hanya tertarik pada suatu tokoh atau orang yang diustadzkan dan orang terkenal sementara kita tidak tahu apa aqidah yang dia ajarkan.

Tulisan ini akan panjang untuk membahas mereka. Jika kalian lihat daftar pustaka yang saya sematkan pun itu sungguh sangat panjang, yakan. Jika digabung mungkin akan menjadi sebuah makalah. Tapi tetap saya cantumkan agar menjadi rujukan kalian, bacalah jika memang perlu dan semoga apa yang saya sampaikan cukup.

Tambahan.

Baru-baru ini ada sebuah video kelarifikasi dari yang bersangkutan. Menurutnya dia hanya sedang menghadiri undangan peresmian dan lain sebagainya.

Saya hanya tersenyum, karena menurut saya mungkin lidahnya bisa mengelabui kita sebagai manusia. Akan tetapi saya jadi teringat tentang suatu kaum yang Allah kutuk mereka menjadi kera. Kita bahas sedikit, yah.

Namanya kaum Negri Ila dari kalangan bangsa yahudi.

Allah melarang untuk memancing di hari sabtu. Kemudian mereka membuat tipu daya atas hukum yang Allah tetapkan. Mereka memasang jala di hari jumat malam atau malam sabtu. kemudian mereka mengangkat jala itu di hari minggu. Kemudian ada sebagian dari mereka yang mengingatkan dan orang-orang yang melakukan tipu daya itu mereka berkilah. 

"kami itu tidak memancing di hari sabtu kami hanya memasang jala saja di hari jumat dan mengangkatnya di hari minggu."

Sunggu mereka telah membuat tipu daya terhadap hukum Allah. Maka Allah adzab mereka dan Allah rubah mereka menjadi kera selama tiga hari kemudian Allah matikan setelahnya. 

Hati-hati kawan ketika kita membuat suatu kesalahan maka jangan sekali-kali kita berlagak pintar dengan hukum yang telah Allah tentukan. Bisa-bisa Allah adzab kita dengan adzab yang tidak pernah kita sangka-sangka sebelumnya. Mungkin kita bisa beralasan di hadapan manusia tapi tidak di hadapan Allah Azza wa jalla. 

Wallahu'alam.

Seru sepertinya kalau kita bahas kaum Negri Ila atau Ashabus sabt (QS. Al A'raf :163 -166). Kaum yang di adzab dan di beri cobaan melalui kenikmatan oleh Allah. Gimana?



  

0 komentar:

Posting Komentar