Rabu, 07 April 2021

Rangkaian Kisah Isra' Mi'raj Part 1

Hari ini adalah hari perayaan Isra' Mi'raj yang anehnya orang-orang yang merayakan adalah orang-orang yang menginkari keberadaan Allah di atas. Aneh bukan... Yaudah lah yaa!

Dari pada kita membahas itu lebih baik kita bahas tentang kisahnya. Bercerita tentang perjalanan Isra wa Mi'raj Rosulullah Shallallahu'alaihi wa sallam.

Perjalanan malam hari -Isra'

Terduduk beliau Shallallahu'alaihi wa sallam di depan Kabah. Berbalut rasa bingung yang terpancar pada wajahnya memikirkan perjalanan yang terjadi tadi malam -Isra. Kemudian datang Abu Jahl ke hadapan Rosulullah sembari menanyakan apa yang sedang Rosulullah lakukan.

Kemudian Rosulullah Shallallahu'alaihi wa sallam pun bercerita apa adanya.

"Semalam datang kepadaku malaikat Jibril Alaihissalam. Ia membawakanku seekor kuda bernama Buraq. Kuda gagah yang memiliki sayap, langkahnya pun amat cepat, sehingga di manapun matanya menatap kakinya sudah langsung ada di sana. Sudah terpasang pelana dan juga tali kekangnya" tutur Rosulullah, bercerita.

Sesaat sebelum Rasulullah menaikinya. Buraq terdiam seolah menolak. Kemudian Jibril berkata kepada kuda putih bersayap tersebut untuk membiarkan Rosulullah naik ke punggungnya. "Apakah kau berlaku demikin terhadap Muhammad?" seru Jibril Alaihissalam, "Tidaklah ada seorang pun yang menunggangimu yang lebih mulia dari Muhammad." Tambahnya.

Ungkapan Jibril barusan menegaskan bahwa sebelumnya Buraq pun menjadi tunggangan para Nabi dan Rosul sebelum Rosulullah diutus dahulu. Maka apabila demikian adalah Isa Alaihissalam lah yang terakhir menunggangi Buraq, sehingga dalam jangka waktu yang lama Buraq tidak lagi di tunggangi oleh siapa-siapa. Hal itulah yang membuat kuda tersebut ragu atau canggung. 

Akan tetapi setelah Jibril menuturkan perkataan demikian kemudian kuda tersebut mempersilahkan Rosulullah naik dan beliau pun naik ke punggungnya lalu kemudian bersama Jibril, mereka menuju masjidil Aqso.

Sesampainya di masjidil Aqso, kemudian Rosulullah Shallallahu'alaihi wa sallam mengimami para Nabi ketika masuk waktu solat. (berdasarkan hadits riwayat imam muslim)

Ibnu Katsir Rahimahullahu ta'ala mengatakan bahwa hal ini terjadi ketika Rosulullah sudah turun dari Sidratul muntaha. Sebab terdapat banyak persilangan pendapat perihal ini, apakah sesudah Mi'raj ataukah sebelum Mi'raj. Akan tetapi peristiwa Rosulullah mengimami para Nabi ini lebih kuat adalah ketika setelah turun dari Sidratul Muntaha. Sebab berbekal perintah solat -nanti kita akan ceritakan- satu-satunya waktu solat tatkala itu adalah waktu Subuh. Wallahu'alam

Akan tetapi tatkala Rosulullah Shallallahu'alaihi wa sallam sebelum ber-Mi'raj beliau solat juga dua rakaat yaitu solat tahiatul masjid. Setelah itu Jibril memberikan dua minuman yaitu khamr dan susu. Rasulullah pun memilih untuk meminum susu. Lalu Jibril berkata, "Engkau telah memilih fitrahmu." Kemudian setelah itu mereka menuju sidratul muntaha -Mi'raj. 

Perjalanan dari bumi ke langit Mi'raj

Rosulullah pun singgah di langit yang pertama serta di perlihatkanlah peristiwa-peristiwa mengerikan tentang hukuman manusia nanti. Hukuman para pendakwah yang tidak mengamalkan apa yang mereka ucapkan, tentang para penggibah, tentang hukuman para pemakan harta titipan dan harta anak yatim. Diperlihatkannya itu semua. 

Kemudian naik menuju langit ke dua. Di antara langit-langit tersebut terdapat sosok malaikat penjaga yang setiap kali Rosulullah singgah bersama Jibril setiap kali itu pula malaikat-malaikat penjaga pintu itu bertanya. 

Kemudian Jibril Alaishissalam memperkenalkan diri dan memperkenalkan Rosulullah Shallallahu'alaihi wa sallah sehingga dipersilahkannyalah mereka masuk. Seraya berseru, "Sungguh tamu yang terbaik telah datang!"

Jika kalian bertanya, "Mengapa malaikat penjaga itu tidak langsung mempersilahkan mereka masuk?" 

Jawabannya itu karena para malaikat begitu disiplip untuk melaksanakan perintah Allah Tabaraka wa ta'ala. Sehingga Jibril Alaihissalam yang merupakan pemimpin para malaikatpun tetap ditanya.

Bersambung - Part 2


0 komentar:

Posting Komentar