Pernyataan ini sering membuat syubhat (sesuatu yang meragukan dan membuat seseorang menjadi ragu) dikalangan umat non islam bahkan umat islam itu sendiri. Terkadang kita dihadapkan pada beberapa pertanyaan mengenai islam, khususnya pertanyaan yang satu ini. Kita yang tidak tahu akan tertunduk malu ketika mendengar semua pemaparan sejarah tentang islam dan peperangan di masa lalu.
Tidak heran kita akan merasa aneh dan bingung, terkadang jika syubhat itu merasuk kedalam dada kita yang minim keimanan kita akan membenarkan pernyataan tersebut bahwa islam tersebar karena peperangan. Sehingga syubhat yang merusak keimanan kita adalah,
1. Kita akan malu dan lebih menurunkan pakem-pakem dalam berislam. Sehingga kita akan terjerumus kepada apa yang mereka (non islam) mau. Kita akan merasa bersalah dan untuk menebus semua kesalahan kita dimasa lalu kita jadi lebih toleransi yang justru ujungnya malah berpartisipasi atas apapun yang mereka lakukan.
Rasa bersalah yang timbul karena kita membenarkan tentang islam dan peperangan membuat kita jadi tidak memiliki sebuah kehormatan. Bahwa walau bagaimanapun kita adalah agama yang pernah berada dipuncak kejayaan pada masanya.
Karena termakan oleh tudingan ini, umat akan merasa dirinya kerdil dan sampai-sampai menganggap bahwa agama yang dia pegang ternyata agama yang kejam. Ada yang beranggapan seperti ini? ADA.
2. Jika sebagian malu maka sebagian akan begitu membanggakan tentang pernyataan ini. Mereka akan berfikir islam jaya karena berperang kemudian membawa semangat peperangan itu ke zaman ini. Literally pada saat ini berbeda dengan zaman ‘Itu” zaman dimana peperangan memang harus dilakukan untuk mempertahankan suatu daerah kekuasaan dan bahkan kehormatan.
Sehingga isi-isi ceramah mereka seperti orasi-orasi yang membangkitkan seseorang untuk semangat berperang. Kemudian buntut kesalahpahaman seseorang dalam menilai ‘perang’ pada masa itu berbuah petaka. Sebagian menjadi sangat intoleran, sebagian menjadi brutal, keras, radikal dan bahkan berujung aksi terorisme.
itu semua disebabkan karena salah paham mengartikan kata ‘perang’.
Sebaliknya jika seseorang paham tentang sejarah dan cara hidup orang zaman itu. Maka kita akan mengatakan bahwa, “Pernyataanmu tentang islam itu salah. Temen denger deh…” dan kita pun akan menjelaskannya.
Kerajaan atau sebuah daerah yang berdaulat maka mau tidak mau daerah itu harus memiliki pengakuan dari daerah lain di sekitarnya. Sebagai sarana politik bernegara dan perdagangan serta hal lebih penting yaitu validasi atas berdirinya sebuah bangsa atau kerajaan itu.
Sementara pada timeline tersebut, dahulu kala ada dua kerajaan besar yang menjadi pusat perhatian pada setiap buku-buku sejarah. Dua kerajaan itu bernama Persia dan Romawi. Luas kekuasaan mereka bisa ibaratnya dunia ini dibagi dua, sebagian kekuasaan Persia dan sebagian lagi kekuasaan Roma. Ada juga mongolia dan lainnya, cuma kita fokusin yang terdekat dulu.
Singkat cerita Rasulullahﷺ lahir dan menyebarkan islam di tanah Arab. Kemudian sebagaimana tujuan Rasul diturunkan atau diutus adalah untuk berdakwah. Sebagai utusan terakhir bagi seluruh umat manusia, jelas Rasulullahﷺ Shallallahu Alaihi wa sallam pun berdakwah.
Catatan paling penting di poins ini adalah bahwa dakwah Rasulullahﷺ tidak hanya sebatas di negeri arab saja. Ada pun dakwah di negeri arab, alangkah indahnya jika saja mayoritas kafir quraisy menerima dakwah tersebut tanpa mengganggu dan mengusik plus menzalimi serta mempersekusi Rasulullahﷺ dan para sahabat maka tidak akan ada yang namanya peperangan.
Dari sini saja sebenarnya sudah menjadi sanggahan yang jelas bahwa Islam tersebar bukan karena peperangan. Di masa awal, Rasulullahﷺ itu diam atas segala macam cacian hinaan dan tidak sedikit sahabat yang kemudian beriman tapi masih berstatus budak diperlakukan tidak baik bahkan sampai ada yang terbunuh karena disiksa oleh tuannya. Sampai di sana saja Rasulullahﷺ masih diam.
Sebab apa?
Sebab Rasulullahﷺ adalah utusan Allah Rabbul ‘alamin. Maka tidak sepantasnya bagi Rasulullahﷺ bertindak diluar dari apa yang Allah perintahkan. Maka Rasulullahﷺ diam dan bersabar atas itu semua. Kemudian hingga saatnya tiba, terwahyukanlah perintah berhijrah sampai saatnya tiba ketika kesabaran dan kekuatan iman para sahabat sudah Allah nilai pantas maka terwahyukanlah perintah berperang.
Nah, itu kan perang?
Temen coba telaah lagi sejarah di atas. Peperangan awal islam adalah peperangan untuk MENYELAMATKAN agama Allah. Pada saat itu pasukan islam pun hanya sedikit 314 orang. melawan ribuan orang kafir quraisy. Maka pola seperti ini di zaman itu khususnya di arab itu sudah biasa. Bahwa kabilah atau kelompok keluarga yang kuat menuntut dan menyerang sementara kelompok kabilah yang lemah mempertahankan dan membela diri. Di Bangsa arab hal itu tidak perlu berlabelkan agama, peperangan atau keributan terjadi itu bisa hanya antar suku keluarga. Bahkan di Nusantara sendiri pun kita sudah sering mendengar peperangan terjadi antar suku. So what?!
Hal ini menjadi besar karena peperangan itu bukan dibungkus dalam ranah politik suku atau kebangsaan. Hal ini menjadi dibesar-besarkan karena peperangan itu berbalutkan pemahaman atau religi tertentu yakni ISLAM.
Kembali lagi ke topik Persia dan Roma.
Singkatnya Islam pun berdiri dan berjaya di tanah Arab. kemudian menjadikan Rasulullahﷺ sebagai sosok pusat kepemimpinannya. Tapi posisi tanah Arab saat itu di himpit oleh dua kerajaan raksasa yang tadi kita bahas, yaitu Romawi dan Persia. Untungnya pada saat Rasulullahﷺ dan para sahabat berjuang membebaskan kota mekah dari kaum kafir quraisy hingga berhasil dan mendirikan pusat pemerintahan. Dua kerajaan raksasa tersebut sedang berselisih memperebutkan sebuah daerah kekuasaan sehingga gerakan atau apapun yang terjadi di tanah Arab tidak terdengar atau lebih tepatnya terabaikan.
Kisah ini masyhur bahkan dikalangan kaum salibis saat itu. Ketika Roma yang kalah dan kehilangan suatu daerah kekuasaan kemudian Roma balik menyerang bangsa Persia. Peperangan itu akhirnya dimenangkan oleh Roma. Satu momen penting yaitu direbutnya kembali salib suci yang kaum salibis klaim sebagai salib yang digunakan untuk menyalib Yesus. Peristiwa ini pun diterangkan di dalam Alquran Surah Ar-Rum.
Maaf kita skip yak, biar gak terlalu jauh malah jadi nyeritain Roma dan Persia nantinya. Kalau kalian mau cari tahu silahkan tanya mbah google.
Sampai saat ini pun kita belum menemukan peperangan. Sementara permusuhan antara Persia dan Romawi terang-terangan berlangsung selama tujuh abad. FYI aja ini mah Kerajaan Persia berumur ribuan tahun dan Romawi berumur enam ratusan tahun lebih. Sementara umat Islam baru mendirikan kedaulatan selama satu tahun. Terhitung dari tahun/tanggalan hijriyah. Inikan suatu ketimpangan yang luar biasa. Mengapa bangsa Romawi dan Persia tidak disebut sebagai bangsa yang menyebar karena peperangan, orang-orang yang tamak akan kekuasaan. Kenapa?
Tidak ada yang menyebutkan kerajaan-kerajaan besar itu sebagai kerajaan yang barbar , tamak, rakus, kejam, gila kekuasaan dan sebagainya sebagaimana mereka mencaci Rasulullahﷺ dan para sahabat. Kenapa?
Sebab kerajaan mereka saat ini hanya sisa puing-puing di kertas-kertas sejarah. Sementara umat islam sejak awal bukanlah umat yang mendirikan kerajaan. Rasulullahﷺ diutus bukan untuk berperang mendirikan kerajaan, BUKAN. Rasulullahﷺ diutus untuk menyebarkan paham tauhid yakni peng-Esaan Allah.
Kalian boleh membumihanguskan kekuasaan abbasiyah, utsmaniyyah dan lain-lain tapi kalian tidak akan pernah bisa menguasai kami. Sebab kerajaan-kerajaan itu hanya bersifat fana, wujud dunia yang penuh dengan intrik perpolitikan.
Kekuasaan kami di rajai oleh Raja alam semesta ini yaitu Allah ﷻ dan kerajaan kami letaknya ada di dada-dada kami. Kalian tidak akan pernah menguasainya.
Mengetahui hal ini maka sisa-sisa dari kalangan mereka yang sekarang menjadi sejarawan kafir membuat sebuah tudingan terhadap umat islam khususnya Rasulullahﷺ, dari sanalah munculnya fitnah ini. ISLAM TERSEBAR MELALUI PEPERANGAN, terdengar seolah Rasulullahﷺ manusia yang kejam tidak berpri kemanusiaan. Na’udzubillah.
Faktanya, sebelum Rasulullahﷺ keluar berperang.
Selang beberapa saat ketika Roma dan Persia selesai atas konflik yang tadi aku ceritain. Rasulullahﷺ mengirim surat cinta kepada raja-raja yang berada di sekitar Arab saat itu. Secara otomati raja Persia dan Roma menerima surat tersebut. Surat itu adalah surat cinta dari Rasulullahﷺ yang isinya berupa dakwah. Perlu diketahui ada tiga pilar penting dalam islam, rasa cinta, rasa harap dan rasa takut. Semua hal itu termaktub dalam dakwah Rasulullahﷺ yang Rasulullahﷺ tuliskan dalam secarik kertas.
Isinya kurang lebih seperti ini.
Surat Rasulullahﷺ kepada Kaisar Heraklius. "Bismillahir-Rahmanir-Rahim. Dari Muhammad utusan Allah ditujukan kepada Heraklius penguasa Romawi. Salam sejahtera semoga selalu menimpa kepada orang -orang yang mengikuti petunjuk. Amma Ba’du… Sesungguhnya aku menjagak engkau kepada seruan Islam. Masuk Islamlah, pasti engkau akan selamat dan Allah akan memberimu pahala dua kali lipat. Jika engkau berpaling, maka engkau memikul dosa rakyatmu. Hai ahli kitab, marilah berpegang pada suatu kalimat (ketetapan yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutuannya dengan sesuatupun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka, “saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah." (HR. Bukhari dan Muslim). Surat Rasulullahﷺ kepada kepada Raja Persia. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah kepada Kisra penguasa Persia. Salam sejahtera bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan utusanNya, dan bersaksi tiada ilah selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagiNya, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Aku ajak kamu dengan seruan Allah, karena sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada seluruh manusia, untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Masuk Islamlah, niscaya kamu selamat. Jika kamu enggan, kamu akan memikul dosa orang Majusi.
Ada beberapa raja lagi yang menerima surat dari Rasulullahﷺ tapi nanti terlalu panjang. Kalau mau baca di sini, ya. Selengkapnya…
Ingat tiga pilar tadi, semua ada di surat Rasulullahﷺ kepada para raja tersebut.
Pertama cinta, adanya doa itu merupakan tanda cinta Rasulullahﷺ kepada mereka. Kedua adanya harap, lihat Allah menjanjikan kekuasaan atas raja-raja tersebut apabila menerima islam dan pahala yang sangat luar biasa. Ketiga adalah rasa takut, lihatlah point terakhir, ada ancaman akan dosa yang raja-raja itu tanggung apabila menolak islam.
See…
Inilah gerakan pertama Rasulullahﷺ bukan perang-perang-perang seperti yang mereka sebutkan. Bukan…Tapi dengan kasih sayang.
Tapi peperangan itu tetap tidak bisa terelakan di zaman itu sebab zaman itu memang jamannya perang. Kesimpulannya memang kurang memuaskan, sih. Tapi ini sejarah yang begitu panjang dan kita berada pada pembahasan yang begitu singkat. Tapi dari rincian singkat itu aku harap kalian mengerti.
Islam, meskipun berada di zaman peperangan dan perebutan kekuasaan yang begitu kental melalui jalur peperangan. Islam adalah agama kita yang kuat, bermoral dan sangat mengutamakan berkasih sayang.

0 komentar:
Posting Komentar