Belajar dari cerita kapal ini. Semoga bermanfaat...
Titanic merupakan kapal besi terbesar yang pernah berlayar pada zamannya. Menjadi kapal laut yang digadang-gadang tidak akan tenggelam, "katanya!"
Nyatanya tenggelam juga, sih,,,
Apa penyebabnya?
1. Takabbur
Seseorang yang telalu percaya diri bisa memusnahkan dirinya sendiri. Sebab faktor eksternal bukanlah hal yang bisa dia kendalikan. Kapal besi terbesar itu karam karena menabrak bongkahan es dan menenggelamkan ribuan korban jiwa.
Di dalam islam, hal ini terlarang sebab setiap yang kita lakukan harus melibatkan Allah di dalamnya. Maka ketika apapun yang kita usahakan, balik ke halaman 1 dan 2. Husnudzon dan Tawakal setelah itu berdoa,, nah kita perlu meminta doa dengan mengatakan Insya Allah... Semoga atas izin Allah,
2. Mengabaikan keselamatan
Kapal besi itu menampung banyak sekali penumpang tapi hanya memiliki sedikit skoci dan pelampung. Nah, ini bisa jadi pelajaran penting.
Bahwa sebesar apapun kamu sekarang kamu tetap membutuhkan hal-hal kecil di sekitarmu yang seringnya kamu abaikan. Orang-orang miskin yang perlu di bantu, Tetangga yang kelaparan, Keluarga yang harus ditengok dan teman-temanmu yang masih awam soal agama.
Bukan pilihan bijak jika kita meninggalkan mereka sepenuhnya.
Ada satu kutipan bagus banget,
Kita gak bisa berpegang pada besi dan meninggalkan kayu. Sebab jika kita tenggelam besi tidak akan mampu menyelamatkan sedangkan kayu akan mengambang di atas perairan.
Artinya,
Kita tidak boleh berbangga jika kita memiliki perkumpulan baik, keadaan yang baik (Seperti Besi). tapi kita meninggalkan orang-orang yang keadaan lemah (Seperti kayu).
Bisa jadi ketika keadaan yang tidak memungkinkan. Orang-orang itulah yang nantinya menolong kita, Orang miskin yang mendoakan kita karena telah kita beri makan. Teman-teman yang awam gak tahu apa-apa soal agama terus kita nasihatin sehingga dia dapet hidayah dan di surga kelak ketika kita di neraka karena dosa yang tidak terlihat oleh manusia. Teman-teman kita itulah yang nantinya bakalan nanyain kita dan Allah izinkan memberikan syafaatnya.
Ini relate banget kan sama kapal titanik dan skoci.
Karena kekurangan skoci tenggelamnya kapal itu menelan banyak korban jiwa.
Makanya jangan sampai banyaknya harta kita, kepintaran kita membuat kita lupa berpegangan kepada mereka yang masih membutuhkan kita.
Intinya Jangan sampai kita tenggelam tanpa memiliki pegangan.
Kayaknya itu aja sih yang bisa gue sampaikan, selebihnya mungkin banyak yang bisa kita petik dari sebuah kisah. Kita selalu dihadepin sama perkataan, "Pasti ada hikmahnya!" Percaya gak percaya atau terima gak terima. Yaa kenyataannya pasti disetiap keadaan memiliki pelajaran.
Wallahu'alam

0 komentar:
Posting Komentar