Minggu, 27 Desember 2020

Luangkan Waktu Berbicara dengan Robb-mu

Sering banget hati kita ngerasa gak karuan. Gelisah tanpa alasan dan hal-hal yang menyita fikiran. Tapi semakin difikirkan justeru kita semakin jauh dari jawaban. Alias gak tahu kenapa sebabnya. Inilah beberapa hal yang semestinya kita renungkan.

Perenungan itu yang membawa kita ke tingkatan lebih dalam lagi memahami yang namanya panggilan Allah kepada hati kita. Sebagaimana kita telah melalui segala macam perkara yang menyibukan ada kalanya kita perlu beristirahat. Seperti itulah kiranya yang Allah inginkan untuk kita.

Jika Allah melihat hamba-Nya sudah terlalu jauh dari jalan yang semestinya. Allah terkadang memanggil kita dengan dibuatnya resah akan hal yang tidak kita tahu sebabnya. Resah aja gitu. Terkadang itulah waktu yang tepat buat kita berbicara dan kembali lagi kepelukan-Nya, barang hanya sesaat. Tapi waktu itu amat berharga bagi kita.

Sadarilah bahwa itulah cara Allah tatkala merindukan hamba-Nya. Allah hanya menginginkan kita berbicara mengutarakan apa yang sebenarnya kita rasakan. Karena memang hanya itulah cara satu-satunya untuk menghapus keresahan, kesedihan, kesepian, ketakutan dan apun itu. Hanya kepada-Nya lah kita meminta dan bercerita. Jika kita mengingatnya maka semua penyakit hati dapat terobati.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Radd : 28)

Sudah jelas apa yang Allah katakan dalam firman-Nya bahwa dengan mengingat-Nya lah hati ini akan menjadi tenang.

Terkadang kekhawatiran kita tentang mencurahkan segalanya kepada Allah masih terhalang oleh dosa. Kita khawatir bahwa Allah tidak mungkin sebegitunya untuk memperhatikan kita. Itu juga sering kurasakan. “Mengapa aku si pendosa ini merasakan resah dan gelisan untuk hal-hal yang gak semestinya. Apa ini merupakan panggilan rasa rindu juga dari Allah atau ini hukuman dari dosa-dosa yang aku lakukan?” kurang lebih kita sepemikiran.

Maka jawabannya adalah apa yang kita rasakan bisa jadi benar dan bisa jadi salah. Jika kita malu menemui Allah dengan dosa yang bertumpuk dan tak terhingga maka seharusnya kita perlu bertaubat. Sejatinya memang tidak ada hamba yang tidak berbuat kesalahan didalam hidupnya. Oleh karena itu Rosulullah Shalallahu’alaihi wa sallam sendiri yang mengabarkan,

“Setiap anak Adam berbuat kesalahan dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat” (Hadits hasan riwayat Imam Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Sahabat Anas Bin Malik Radiallahu’anhu)

Jadi kedua hal itu memang benar ditujukan kepada kita. Jika memang kita menemukan diri kita sebagai pendosa –memang semestinya kita merasakan hal itu. Karena tidak ada satupun manusia yang suci kecuali para Nabi dan Rosulullah. Tapi sekelas Rosulullah Shalallhu’alaihi wa sallam sendiri pun selalu bertaubat sekurangnya seratus kali beliau beristighfar. Maka perasaan kita akan dosa seharusnya melebihi itu semua. Jadi wajar dan memang seharusnya perasaan itu ada.

Dosa-dosa kita juga bisa jadi topik utama untuk kita obrolkan dengan Allah nantinya. Terdengar lucu, ya? Hehe

Begini singkatnya, jika kita ingin menemui seseorang yang penting. Kita menyiapkan segala persiapan untuk mempresentasikan diri kita dan maksud dari pertemua tersebut. Nah untuk menemui Allah dan berbicara dengan-Nya mungkin dosa-dosa kita adalah topik utama yang paling pas untuk kita bicarakan. Jadi kita tidak perlu berpura-pura lagi di hadapan-Nya. Karena Allah maha mengetahui kita bahkan apa yang terbesit di hati kita, Allah sudah tahu. Oleh karena itu buka-bukaan saja di hadapan-Nya.

Mulai dari pengakuan dan permohonan maaf juga permintaan untuk selalu dilindungi agar tidak terjerumus lagi di dalam kubangan dosa yang sama. Inikan jadi sebuah topik luar biasa yang bisa kita sampaikan kepada Allah Robbul Izzati wal Jallalah.

Jadi bukan sebuah alasan ketika kita bilang bahwa, “Aku banyak dosa, aku malu untuk meminta!” Justeru dosa dan rasa malu itulah yang seharusnya jadi permintaan pertamamu untuk selalu diberi ampunan dan juga kekuatan untuk selalu bisa berdoa. Bukan seperti sebagian orang yang menjadikan dosa sebagai alasan untuk tidak mau lagi kembali kejalan yang benar.

Ingatlah, Allah selalu senang menerima taubatnya para pendosa seperti kita. Allah sendiri yang bilang, kok.

Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa1 semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar : 53)

Tuhkan, Allah sendiri yang bilang. Jadi jangan beralasan tentang dosa kita terlalu banyak sehingga kita gak mau bertaubat. Justeru permintaan taubat kita adalah topik utama yang perlu kita bicarakan sama Allah. Setelah itu baru kita berbicara tentang perkara dunia.

Di dalam sebuah pembicaraan singkat. Muncul sebuah pertanyaan. Kapan waktu tepat berbicara sama Allah. Dan mungkin kalian sudah tahu kapan waktunya, yaitu di sepertiga malam. Meskipun kapan saja sebenarnya bisa. Tapi waktu terbaik adalah di waktu sepertiga malam.

Berarti selepas solat tahajud. Ini juga jadi sebuah pertanyaan lagi, “Apa selepas solat tahajud ada susunan doanya?” Maka sejauh yang kutahu bahwa tidak ada susunan khusus doa selepas solat tahajud. Oleh karena itu judul ini dibuat. Yaitu benar-benar waktu yang tepat untuk berbicara apa saja dengan Allah. Tanpa susunan doa dan dzikir tertentu selepas solat tahajud, kita bisa meminta segala keinginan kita secara terang-terangan. Hanya ada Allah dan kita di atas hamparan sajadah.

Dengan banyak berbincang dengan Allah, maka seiringan dengan ini pula hubungan kita membaik dengan-Nya. Sehingga seolah-olah nantinya apapun yang kita lakukan di dalam kehidup kita, kita perlu validasi dari Allah, pengakuan dari Allah. Sampai kita berada pada satu momen dimana kita selalu berkata “Ya Robb, apakah yang aku lakukan ini benar?” Di titik itu kita tidak lagi terbawa arus kebanyakan manusia.

0 komentar:

Posting Komentar